PA Pangkalpinang Terbuka bagi Gen Z untuk Memahami Proses Hukum dalam Persidangan

Oleh: Raply Anugrah, Dzulfah Mawaddah, Asa Diamon, Laura Aulia Rosaline, Zaki Ardiansyah

Ruang sidang merupakan tempat di mana keadilan diimplementasikan dan terwujud. Bagi sebagian orang, lingkungan ini tampak asing, formal, bahkan menakutkan. Namun bagi kami, mahasiswa hukum Universitas Bangka Belitung yang mengikuti program magang Tim Kuliah Luar Kampus (KLK) di Pengadilan Agama Pangkalpinang; ruang sidang justru menjadi wadah terbaik untuk menyelami bagaimana hukum sesungguhnya bekerja.

Di tengah banyaknya anggapan bahwa “Gen Z malas berinteraksi langsung” atau “Mahasiswa hukum sekedar tahu teori”, Pengadilan Agama (PA) Pangkalpinang justru membuka kesempatan seluas-luasnya bagi kami untuk belajar. Layaknya menawarkan peluang tak tertulis bagi generasi muda yang ingin menyaksikan secara langsung bagaimana keadilan ditegakkan.

Baca Juga  Geger! Mayat Laki-laki Ditemukan Mengapung di Alur Sungai Rangkui

Bukan sekedar membahas pasal-pasal dalam buku, tetapi melihat bagaimana pasal-pasal itu diterapkan oleh manusia, untuk memperjuangkan manusia.

Pengalaman pertama kami di ruang sidang masih teringat jelas. Suasana tenang, namun terasa menekan. Ketika hakim mengetuk palu, kami menyadari bahwa ketukan tersebut bukan hanya simbol hukum yang dijalankan, melainkan juga start dari proses pencarian keadilan.

Dari posisi kami sebagai pengamat, kami mengamati wajah-wajah para pihak yang mencerminkan ketidaktahuan dan sosok hakim yang duduk dengan tenang memimpin persidangan. Di sinilah hukum bertransformasi dari sekedar ketukan palu menjadi momen nyata dalam pencarian keadilan.

Selama masa magang, pemahaman kami berkembang bahwa peran hakim di Pengadilan Agama tidak hanya sekedar menerapkan peraturan, tetapi juga melindungi nilai-nilai kemanusiaan. Di balik isu-isu perdata Islam seperti perceraian, hak asuh anak, dan sengketa waris, selalu ada narasi tentang kehidupan manusia yang berkaitan dengan perpisahan, harapan, dan pergolakan batin.

Baca Juga  Dua Komisioner Bawaslu Babel Resmi Dilantik, Osykar: Kami Siap Tingkatkan Peran dan Fungsi Lembaga

Seorang hakim tidak hanya menelaah dokumen penuh bukti mengenai siapa yang benar atau salah, tetapi juga menggali perasaan terdalam.

Suatu waktu, kami memiliki kesempatan berdiskusi dengan salah satu hakim yang memberikan materi pada jadwal yang telah ditentukan. Beliau menyampaikan penjelasan dengan gaya yang sederhana tetapi berdampak bagi kami;