Puncak HUT ke-25 Babel Ditiadakan, Forum Presidium Sepakat Tak Hadir Paripurna dan Upacara
“Tidak ada istilah joget-joget di panggung itu, tidak pernah ada sebenarnya itu jadi kami sayangkan Bapak gubernur untuk berbicara di media seperti itu,” terang Muhtar.
Muhtar Motong juga sangat menyayangkan perubahan penggunaan anggaran HUT Babel tanpa melibatkan legislatif. Anggaran senilai Rp700 juta sebelumnya telah diketuk palu oleh legislatif yang diperuntukkan untuk perayaan HUT Babel.
”Itu harus ada persetujuan DPRD merubah itu, dibicarakan dulu di Komisi I DPRD Babel sebagai mitra Biro Pemerintah lalu diteruskan di Banggar. Anggaran itu tidak dipakai untuk hura-hura, yang tahu peruntukan anggaran itu bukan kami presedium ini karena biro pemerintah yang mengelola itu,” terang Muhtar.
Selain itu, keinginan presedium untuk dapat difasilitasi dalam perayaan HUT Bangka Belitung juga dinilai masih wajar karena pengorbanan para pejuang pembentukan provinsi tak dapat dihitung dengan angka.
”Wajar mereka difasilitasi untuk hadir karena para presedium, para pejuang ini tidak bisa diukur pakai uang, bahkan tidak bisa dihitung dengan angka. Mereka orang-orang yang semangatnya berangkat dari moral untuk membangun provinsi ini, jadi angka uang segitu sebenarnya tidak bisa dinilai dengan presedium,” ujarnya.
Senada, Wakil Ketua Forum Presedium Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syahrial mengatakan, bahwa anggaran yang telah diketuk palu untuk HUT Babel, tak bisa seenaknya dirubah eksekutif tanpa adanya persetujuan legislatif.
”Ini menjadi catatan juga untuk Pak gubernur, tentu kita sangat menyayangkan sekali,” ujarnya.
Ia juga berharap, ada klarifikasi dari pihak eksekutif terkait ketiadaan perayaan HUT Bangka Belitung kali ini. Karena dianggap sebagai upaya untuk menghilangkan momen sakral yang telah dilakukan setiap tahun tersebut.
”Momen sakral kok dihilangkan, saya secara pribadi tidak setuju, jujur saja,” ujarnya.
Selain itu pihaknya juga berharap, malam puncak HUT ke-25 Bangka Belitung tetap dilaksanakan, karena dapat menjadi wadah penting untuk menyampaikan arah pembangunan Bangka Belitung ke depan.
“Ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi para pejuang pembentukan provinsi dengan para generasi penerus,” tutupnya.*
