Guru Among, Menuntun dengan Hati
Guru Among, Menuntun dengan Hati
Oleh: Masrina RW Siagian, S.Pd., — Guru SMPN 1 Tukak Sadai
Menjadi guru bukan hanya sekadar mengajar satu tambah satu sama dengan dua, asam ditambah basa akan menghasilkan garam. Namun, lebih dari itu menjadi guru berarti menuntun, membimbing, dan menghidupkan semangat belajar pada diri murid.
Ki Hajar Dewantara menyebut guru sejati sebagai guru among. Sosok pendidik yang mengasuh dan menuntun murid agar tumbuh merdeka dalam berpikir, merasa, dan bertindak. Dalam konteks pendidikan modern, terutama pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP.
Pembelajaran IPA tidak hanya berbicara tentang konsep, rumus, atau teori yang harus dihafal, melainkan tentang bagaimana murid memahami alam secara utuh dan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap fenomena di sekitarnya.
