Selain itu ancaman ini juga berdampak pada kondisi psikologis masyarakat. Karena itu, mitigasi dan kesiapsiagaan harus jadi perhatian serius bersama. Menurut Markus, pelaksanaan apel ini bukan hanya sekadar acara seremonial, lebih dari itu untuk pererat koordinasi.

“Ini menjadi momentum untuk melatih serta mengevaluasi koordinasi lintas sektor. Agar seluruh unsur mulai dari pemerintah, swasta, media, dunia pendidikan hingga masyarakat dapat bergerak cepat dan terorganisir saat terjadi bencana,” ungkap Markus.

Ia juga mengajak agar kesiapsiagaan tidak hanya dipikirkan ketika bencana terjadi. Melainkan ditanamkan sebagai budaya di tengah masyarakat. Ia bilang bahwa edukasi mitigasi bencana mulai dari keluarga harus menjadi sebuah budaya yang terus dilestarikan.

Baca Juga  Sukses Dilaksanakan di Kelurahan Tanjung, Inovasi Sosial Program Kampung Amoi PT Timah Tbk Direplikasikan di Desa Air Limau

“Juga di sekolah, tempat kerja hingga ruang publik. Mari kita bekerja sama melindungi lingkungan dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tahunan di Babar. Saya harap ini jadi langkah konkret memperkuat sinergi seluruh elemen dalam menekan risiko dan dampak bencana di daerah,” katanya.