“Jadi, saya masuk 50 besar kades dan lurah se-Indonesia dan dari itu lah, di tahun 2025 ini DSI melalui Presidennya yakni Prof Sabela Gayo menyeleksi lagi dari 50 kades dan lurah,” sambungnya.

Setelah diseleksi dari 50 kades dan lurah, Zaiwan berhasil lolos 10 besar dan berhak meraih penghargaan.

“Alhamdulilah, ada 10 besar yang mendapat penghargaan IADR 2025 ini dengan kategori Restorative Justice Awards 2025 yang dihadiri dan diserahkan secara simbolis oleh Menko Yusril di Bali,” terangnya.

Ia merasa senang dan bangga menjadi satu-satunya orang Bangka Belitung yang menerima penghargaan IADR 2025.

“Saya senang dan bangga menjadi satu-satunya orang Bangka Belitung di penghargaan IADR, dari 38 peraih berbagai kategori itu diberikan oleh Menteri Yusril yang juga berasal dari Bangka Belitung,” tuturnya.

Baca Juga  Pelanggar Ops Keselamatan Menumbing di Bateng Langsung Sidang di Tempat

Ia berharap, dengan penghargaan ini bisa mengharumkan nama Bangka Belitung hingga tingkat Internasional.

“Semoga dengan penghargaan ini mengangkat nama Bangka Belitung di tingkat nasional dan internasional, karena hadir juga MR Abraham Quadan selaku President of Asian International yang turut menyerahkan penghargaan ini,” imbuhnya.