Gelap Terang
Kadang ia bawaku melambung tinggi
Ketika aku merasa sangat asyik untuk terus menari
Dengan jaminan yang pasti, suatu hari ia kan lumatkanku dalam kelalaian
Entah memang harus begitu atau aku yang selalu menuai gelora pola berulang itu
Kadang aku mengerti dan mengapresiasi diri
Tapi juga, kadang aku dibuat untuk refleksi
Tak mengapa bagiku, hanya tak punya waktu untuk menepis keraguanku, menepis kecemasanku, bahkan menepis harap buruk yang selalu terbentuk ketika ada pertanyaan yang belum terjawab.
Menariknya saat kudapati serpihan yang pecah
Selalu ada harap yang jauh lebih besar
Tapi ketika kucoba lagi
Harap itu seolah patah dan berlari
Seolah penuh misteri “kapan akan terjadi?”
Berapa lama aku harus memantaskan diri tuk dapati
Anganku tak sampai
Harapku tak gapai
Makin kupeluk erat tubuhku yang rapuh
Makin besar kenyataan menamparku
Semuanya mengambang di mata, semuanya hampir tak bisa terbendung
Sedangkan aku masih bingung
Akan di garis mana semuanya bertemu dan menjadi?
Bandung, 18 Oktober 2025
