“Rekan-rekan korban lalu melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Begitu menerima laporan adanya kecelakaan tambang laut, Sat Polairud Polres Bangka Barat langsung bergerak menuju lokasi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, petugas melaksanakan TKP, kemudian memeriksa saksi-saksi, dan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Tempilang untuk melakukan visum terhadap korban. Ia menjelaskan pemeriksaan awal telah dilakukan oleh petugas medis.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan belum ditemukan adanya indikasi tindak pidana. Tapi kami tetap lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk pastikan penyebab pasti kejadian. Lokasi kejadian berada tidak jauh dari pesisir Pantai Pasir Kuning,” ungkapnya.

“Jadi lokasinya merupakan jalur perahu nelayan lokal. Kami akan melakukan pengambilan titik koordinat lokasi serta mengevakuasi ponton selam sebagai barang bukti untuk diamankan di Mako Polairud. Kami turut prihatin dan berduka cita atas musibah ini,” ujar dia.

Baca Juga  2 Hari Jelang Pernikahan, Ginda Tewas Terseret Gelombang Laut Pantai Teluk Uber Bangka

Ia mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan faktor keselamatan kerja saat beraktivitas di laut. Terlebih para pekerja tambang laut, gunakan peralatan yang layak dan perhatikan kondisi lingkungan sekitar demi menghindari risiko serupa.