Guru: Pilar Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Oleh: Indra Pirmana — Guru di SMP Negeri 5 Payung, Bangka Selatan

Guru dalam KBBI adalah orang yang pekerjaannya atau profesi sebagai pengajar. Namun,  dalam konteks di atas bahwa guru bisa diartikan  bukan hanya seorang pengajar saja artinya guru sebagai tiang utama. Karena  melalui tangan-tangan para guru sudah  banyak menciptakan murid yang memiliki karakter positif maupun pengetahuan dalam membentuk pola pikir yang baik agar menjadi mandiri dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Apalagi di tahun 2025 Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui KGTK Provinsi di seluruh Indonesia melalui dinas pendidikan untuk menugaskan beberapa Kepala Sekolah dan guru sebagai perwakilan untuk mengikuti Pelatihan Mendalam kemudian  di bimbing oleh fasilitator hebat di bidangnya dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan bermutu,  yang mana waktu, tempat pelaksanaan sudah ditentukan dari mulai kabupaten/kota, kelas, nama kelas, jumlah peserta, sampai tempat kegiatan dan waktu pelaksanaan mulai IN-1 mulai September s.d IN -2 Desember 2025.

Baca Juga  Kementerian PANRB: Formasi Tes CPNS Sebanyak 572.496, Dibuka September 

Selain itu setiap tanggal 25, guru diwajibkan memakai baju PGRI. Artinya apa? supaya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memiliki makna yang mendalam bukan hanya sekadar kebiasaan saja.

Namun, sebagai  bentuk identitas kebanggan atau simbol bagi setiap organisasi yang nyata dan akan merasa bangga menjadi guru demi kekompakan untuk menjalankan tugas mulia. Kemudian  dapat  menumbuhkan semangat profesionalisme yang menggebu-gebu dalam melaksanakan kewajiban sesuai tupoksinya.

Guru memiliki figur yang disiplin ( berperan sebagai panutan bagi murid ) dalam membangun kualitas pendidikan yang bermutu di setiap instansi. Ibarat kata” guru kencing berdiri, maka murid akan  kencing berlari bahkan terbang ke angkasa.

Sebagai contoh sudah  dirasakan oleh semua masyarakat Indonesia berdasarkan pengalaman sangat berharga saat pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Dari musibah tersebut pemerintah pusat mengambil tindakan perubahan sistem belajar khusus di  bidang pendidikan misalnya sekolah tutup sementara untuk mencegah penyebaran virus.

Baca Juga  Awan Gelap Masih di Atas Hukum

Akhirnya pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi dalam memutuskan sebagian instansi pendidikan menggunakan pembelajaran daring baik dari pendidikan dasar sampai menengah.

Ketika pembelajaran dilaksanakan di rumah masing-masing, sebagian orang tua ada yang mengeluh  bahkan timbul  emosi, rasa kesal  saat mengajar anaknya di rumah ketika ada tugas dari guru kerena pembelajaran daring, bahkan ada yang membentak   karena anaknya tidak paham-paham.

Kenapa demikian? karena faktor tidak terbiasa mengajar maupun  faktor yang lain misalnya beban pekerjaan karena sedang dilanda pandemi, sehingg membuat anak tidak cepat paham dengan materi yang disampaikan secara daring. Bahkan  ada orang tua yang lepas kontrol marah saat membantu anaknya mengerjakan tugas.

Baca Juga  13 Guru dan Tenaga Kependidikan Terbaik Wakili Babel ke Tingkat Nasional