Selain itu, banyak murid yang merasa jenuh dan kesulitan memahami materi pelajaran karena memiliki latar belakang keluarga yang berbeda.  Apalagi   orang tua harus terlibat dalam pembelajaran daring selain pekerjaan di rumah harus selesai bahkan banyak sebagian orang tua yang bertanya.  Kenapa belajar daring? Kenapa belajar daring? Kapan masuk sekolah seperti biasa? Kapan masuk sekolah seperti biasa? Kapan masuk sekolah seperti biasa? Bahkan ada yang melontarkan ucapannya kami tidak sanggup mengajar dan mengawasi anak selama 24 jam! Ada beberapa orang tua mengeluh saat  berperan sebagai guru sementara di rumahnya sekaligus mengawasi sepenuhnya. Secara tidak langsung orang tua merasakan betapa sulitnya mengajar dan mengatur  waktu di rumah.

Tanpa guru cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai maksimal. Apalagi semakin hari teknologi semakin canggih. Namun, kolaborasi antara guru dan campur tangan  orang tua  sangatlah penting sebagai cara membentuk pribadi murid memiliki karakter positif dalam menyelaraskan tujuan pendidikan.

Baca Juga  Mari Mencintai Bangka Selatan

Sehingga  dapat  meraih kesuksesan di masa yang akan datang sesuai yang disampaikan oleh Mentri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)  Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dalam pidatonya bahwa kolaborasi adalah upaya kerja sama yang strategis dan melibatkan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.

Selain itu tahun 2025 melalui pelatihan mendalam, guru harus bisa memberikan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi murid. Mengingat guru sebagai tiang  utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Maka, guru wajib memiliki hak perlindungan dari tindakan kekerasan, ancaman, dan perlakuan tidak adil dari pihak terkait. Karena guru berperan  dalam memberikan penilaian dan ikut  serta menentukan kelulusan di suatu instansi pendidikan.

Baca Juga  Dindik Bateng Gelar Pelatihan Talenta Berprestasi bagi Guru Olahraga dan Seni

Selain itu, guru berhak memberikan sanksi positif kepada murid yang tidak mengikuti tata tertib sekolah. Kenapa demikian? Karena selama ini belum pernah menemukan guru yang memberikan sanksi kepada murid yang aktif dan mengikuti tata tertib sekolah. Artinya apa?

Tidak mungkin ada asap apabila tidak ada api.  Maka dari itu, rasa aman bagi guru sangat penting agar dalam mentransfer ilmu dengan sepenuh hati demi mewujudkan cita -cita bangsa Indonesia dalam dunia pendidikan.

Oleh karena itu, sangat perlu dukungan dari semua pihak misalnya orang tua  untuk tetap berkolaborasi melalui guru wali baik secara langsung maupun tidak dalam menanyakan perkembangan anaknya selama belajar di sekolah  apakah melakukan pelanggaran atau tidak? Kemudian guru wali berhak  menyusun agenda pertemuan bersama orang tua sesuai kesepakatan bersama.

Baca Juga  Ketika Kelopak di Tenun Menjadi Makna Bunga Sepatu dalam Bingkai Tradisi Kain Caual Maslina

Dari uraian di atas sudah jelas bahwa profesi guru tidak bisa digantikan oleh apa pun apalagi saat pandemi melanda. Pada dasarnya guru bukan hanya penyampai materi tetapi,  sebagai guru ahli dalam memahami semua murid yang berbeda karakter dari  setiap daerahnya. Apabila Indonesia ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Maka, peran utama bangsa ini ada ditangan guru. Namun, tidak terlepas dari campur tangan orang tua misalnya di sekolah murid wajib mengikuti aturan sekolah dan di rumah murid wajib mengikuti aturan di rumah. Karena dari tangan guru sudah banyak melahirkan generasi emas apalagi dengan adanya kolaborasi yang kuat bisa dipastikan sebelum 2045 Indonesia Emas sudah terwujud.