Inovasi Hijau Mahasiswa UBB: Teknologi Tepat Guna Dorong Pertanian Efisien dan Ramah Lingkungan

Oleh: Maryam — Mahasiswi Universitas Bangka Belitung

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) menunjukkan kiprah nyata mereka dalam menjawab tantangan dunia pertanian. Melalui kegiatan riset bertajuk “Integrasi Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Pertanian dengan Rancang Bangun Alat Ukur Unsur Hara dan Sprayer Portabel Berbasis Energi Terbarukan”, tim mahasiswa lintas disiplin ini berhasil menghadirkan inovasi yang sederhana, bermanfaat, dan siap diterapkan langsung oleh petani.

Riset ini diketuai oleh Ahmad Fathin Muzhaffar dari Program Studi Teknik Elektro, dengan anggota Sumardi Anto (Teknik Elektro) dan Maryam (Agribisnis), serta dibimbing oleh Muhamad Fauzan Ridho, S.T., M.T. selaku dosen fasilitator. Selama 16 minggu pelaksanaan, tim berfokus menggabungkan keilmuan teknik dan agribisnis untuk melahirkan alat yang mampu membantu petani bekerja lebih efisien dan hemat energi.

Baca Juga  Polsek Simpang Rimba Kenalkan Buku Karya Penulis Basel ke SDN 12 Desa Sebagin

Kegiatan riset ini dimulai dari proses desain dan perakitan alat di laboratorium Universitas Bangka Belitung, hingga tahap uji coba lapangan di Desa Air Gegas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan pada 13–16 Oktober 2025. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki karakteristik pertanian yang beragam dan petani yang terbuka terhadap inovasi teknologi.

Dua alat utama yang dikembangkan adalah alat ukur unsur hara tanah berbasis sensor NPK dan sprayer portabel bertenaga surya. Alat ukur unsur hara ini mampu mendeteksi kadar nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) di dalam tanah secara real-time hanya dalam waktu 1–2 menit per sampel. Dengan demikian, petani dapat mengetahui kebutuhan pupuk secara lebih presisi dan menghindari pemborosan bahan kimia.

Baca Juga  Mahasiswa UBB Sosialisasikan Aplikasi Fishing Point untuk Nelayan Tukak

Sementara itu, alat sprayer portabel berbasis energi surya memanfaatkan panel surya 50 WP untuk menyimpan energi ke dalam baterai 12 volt. Alat ini mampu digunakan selama 3–4 jam penyemprotan aktif dengan jangkauan semprot hingga 2,5 meter. Hasil pengujian menunjukkan alat ini tidak hanya efisien dan hemat biaya, tetapi juga ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil.