Selama uji lapangan, 24 petani lokal berpartisipasi untuk mencoba alat hasil riset ini. Respon mereka sangat positif. Sebagian besar menilai alat ukur hara tanah praktis dan cepat, sementara sprayer tenaga surya dianggap sangat membantu pekerjaan di lahan yang luas. Banyak petani mengapresiasi kemudahan penggunaannya dan berpendapat bahwa inovasi ini dapat menjadi solusi bagi petani yang ingin beralih ke teknologi hijau.

Namun, dari hasil wawancara, beberapa petani juga memberikan masukan untuk perbaikan, seperti memperkuat sambungan tangki sprayer, menambah indikator sisa daya baterai, dan memperjelas tampilan layar LCD. Masukan-masukan tersebut menjadi bahan evaluasi berharga bagi tim riset untuk pengembangan alat tahap berikutnya.

Baca Juga  Profesi Akuntan akan Digantikan Robot?

Dosen fasilitator, Muhamad Fauzan Ridho, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang membuat alat, tetapi juga tentang membangun kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan teknologi. “Mahasiswa belajar dari petani, dan petani mendapatkan manfaat langsung dari hasil riset. Inilah semangat riset terapan yang ingin kita dorong di Universitas Bangka Belitung,” ujarnya.

Selain membawa manfaat praktis bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran berharga bagi mahasiswa. Melalui program riset ini, mahasiswa belajar menerapkan ilmu sesuai bidangnya secara nyata, sekaligus memahami dinamika sosial dan ekonomi masyarakat desa. Proses interaksi selama kegiatan juga memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi lintas disiplin.

Dari sisi hasil, alat yang dikembangkan telah memenuhi kriteria teknologi tepat guna — sederhana, efisien, mudah dioperasikan, dan ekonomis. Berdasarkan survei, sebagian besar petani menyatakan kesediaan membeli alat dengan harga Rp1.000.000–Rp1.500.000. Data ini menunjukkan potensi besar untuk pengembangan usaha berbasis inovasi mahasiswa di masa depan.

Baca Juga  Mahasiswa UBB Sosialisasikan Aplikasi Fishing Point untuk Nelayan Tukak

Melalui kegiatan ini, Universitas Bangka Belitung sekali lagi membuktikan perannya sebagai kampus yang mendorong inovasi berbasis masyarakat dan energi terbarukan. Kolaborasi antara mahasiswa Teknik Elektro dan Agribisnis menunjukkan bahwa teknologi dan pertanian dapat berjalan beriringan untuk mewujudkan sistem pertanian modern yang berkelanjutan.

Inovasi alat ukur unsur hara dan sprayer tenaga surya ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pertanian presisi dan ramah lingkungan di Bangka Belitung. Ke depan, tim berencana melakukan penyempurnaan desain serta memperluas uji coba di berbagai wilayah lain agar manfaat teknologi tepat guna ini dapat dirasakan oleh lebih banyak petani.