“Di bagian utara karena itu adalah daerah penyangga, maka itu akan kita lebih kuatkan untuk pelestariannya. Nanti kiri kanan sepadan Sungai Selindung akan kita tetapkan sebagai kawasan konservasi,” tegas Saparudin.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menegaskan pentingnya kesiapan perencanaan sebelum mengundang investor.

“Kita tetap mengundang mereka, tapi tentu kita harus punya perencanaan yang matang dulu. Mereka harus tahu mau bangun apa, di mana, dan bagaimana aturannya,” ujarnya.

Saparudin menambahkan bahwa arah pembangunan kota akan beriringan dengan penerapan konsep smart city yang sudah mulai dijalankan oleh Pemerintah Kota.

“Kita sudah memulainya, smart city ini kita bangun beberapa aplikasi teknologi untuk pelayanan publik, seperti smart parking, smart pengelolaan sampah, pajak restoran, PBB, dan layanan PDAM,” ungkapnya.

Baca Juga  Parah! Minta Tolong Antar malah HP Diembat

Ia juga memastikan pengembangan smart transportasi akan dimulai pada tahun 2027 mendatang.

“Transportasi belum tahun ini, nanti tahun depan ya, 2027,” ujarnya singkat.

Sinkronisasi Arah Pembangunan
Prof. Saparudin berharap seluruh jajaran pemerintahan hingga masyarakat memiliki visi dan arah pembangunan yang sama terhadap masa depan Pangkalpinang.

“Intinya sebetulnya mereka harus memahami bahwa kota ini mau dibawa ke mana. Bagaimana kita membangun kota ini dan menyelesaikan permasalahannya, sehingga pemerintah dan masyarakat punya visi-misi yang sama,” tuturnya.

Sebagai penutup, ia menyebut seluruh gagasan besar yang dibahas dalam forum ini merupakan bagian dari “mimpi besar Kota Pangkalpinang” menuju kota yang terencana, hijau, dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga  Cegah Kriminalitas, Personel Brimob Patroli di Kota Pangkalpinang