Oleh: Hening Cahaya
(untuk dr Rosa)

Ketika musim berganti.
Kemarau lewat di atas atap.
Merayap pada hati lelap.
Membisikkan lewat rintik hujan.
Pada ruang ruang hati kering.
Meneteskan kerinduan lama.
Mengalir tenang membasahi mimpi.

Hati risi menari nari menepis sunyi.
Pada lamunan panjang membuka kenangan.
Masih ingatkah kau.
Pada musim berganti.
Saat hujan di bulan Ramadan.
Langkah terhenti berteduh.
Di hati luluh tenggelam.
Pada pelukan angin menggigil. Hati bergetar dalam napas, sepinya pelabuhan ikan.

Kita pun saling genggam perasaan, erat merapat.
Menatap perahu perahu nelayan bergesekan.
Seperti gejolak hati dari awal pertemuan.
Beri sinyal kemana muara berlabuh.

Baca Juga  Kupeluk Erat Luka Itu