Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Rabu, 29 April 2026

#Hening Cahaya


Warning: Undefined array key "post_format" in /www/wwwroot/timelines.id/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/tag/tag-desktop.php on line 7

Warning: Undefined array key "post_format" in /www/wwwroot/timelines.id/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/tag/tag-desktop.php on line 9

Warning: Undefined array key "post_format" in /www/wwwroot/timelines.id/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/tag/tag-sidebar.php on line 1

Warning: Undefined array key "post_format" in /www/wwwroot/timelines.id/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/tag/tag-desktop.php on line 39

Warning: Undefined array key "post_format" in /www/wwwroot/timelines.id/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/tag/tag-desktop.php on line 41
Di luka Itu Ada Ketenangan

Di luka Itu Ada Ketenangan

Karya: Hening Cahaya Cha Cha Apa kabar? Berbulan bulan tak menyapa Yang ada kekesalanmu Sakit hati
Teruslah Berjalan, Ros

Teruslah Berjalan, Ros

Karya: Hening Cahaya Teruslah berjalan Ros Meski lelah menggantung Pada langkah Karena di setiap
Perempuan dan Pilihan Sunyi

Akhirnya Kita Berdiam Diri

Karya: Hening Cahaya Akhirnya kita berdiam diri Berhenti di persimpangan Jalan sunyi Menatap mimpi
Tidurlah, Ros

Tidurlah, Ros

Karya: Hening Cahaya Tidurlah, Ros Dalam lagu nina bobok Tanpa harus ada pelukan Dinginnya malam
Hikayat Jiwa

Ada Kisah Tersimpan di Bulan Ramadan

Ada Kisah Tersimpan di Bulan Ramadan Oleh: Hening Cahaya Ros Masihkah ada Tersimpan kisah Di bulan
Hikayat Jiwa

Kisah di Ramadan

Oleh: Hening Cahaya Ros Masihkah ada Tersimpan kisah Di bulan Ramadan? Diammu diam tak berarti Kau
Teruslah Berjalan, Ros

Ros, Kau Puasa kan?

Karya: Hening Cahaya Ros Ramadan di ambang pintu Aku harus buka pintu itu Dan sudah siap masuk
Kenangan Itu

Kenangan Itu

Karya: Hening Cahaya Angin berat malam ini Memukul mukul kepala Pada lamunan lama Dari jejak usang

Diamku Bukan Aku Tidak Tahu

Karya: Hening Cahaya Diamku bukan aku tidak tahu Menahan rasa pada luka Bercermin tetes air mata

Kupeluk Erat Luka Itu

Oleh: Hening Cahaya Tetap kupeluk erat Baik burukmu Dalam dekapan kuat Sakit yang mengkristal
Malulah pada sebutan Penjajah perampas Milik sah orang lain Memporak porandakan Dengan segala cara Untuk memuaskan nafsu sesaat Menggebu sampai tak tahu Di luar seorang istri menjerit Teraniaya oleh gelapnya

Tembang Duka Hati

Oleh: Hening Cahaya Malulah pada sebutan Penjajah perampas Milik sah orang lain Memporak porandakan
Catatan Akhir Tahun 2025

Catatan Akhir Tahun 2025

Oleh: Hening Cahaya Kita tidak lagi bersentuhan Beri kabar untuk bertemu Beri waktu saling tunggu
Segenggam Mimpi di Ujung Tahun

Segenggam Mimpi di Ujung Tahun

Oleh: Hening Cahaya (Puisi untuk dr Rosalin) Di ujung tahun 2025 Kususun bait bait puisi Dari
Jangan Bilang Tidak jika Nyatanya Iya

Jangan Bilang Tidak jika Nyatanya Iya

Oleh: Hening Cahaya (Untuk dr Rosalin) Suatu saat kita akan ketemu Jangan bilang tidak Pada
Rindu di Ujung Waktu

Rindu di Ujung Waktu

Oleh: Hening Cahaya (untuk dr Rosalin) Kita pernah tenggelam dalam bayang bayang sepinya pelabuhan
Sudah ditampilkan semua