Karya: Hening Cahaya

Angin berat malam ini
Memukul mukul kepala
Pada lamunan lama
Dari jejak usang
Yang selalu membayang
Dan kita pun pernah singgah
Saling genggam tangan
Menahan dingin lebat hujan
Berteduh pada kekosongan jiwa

Waktu itu bulan Ramadan
Wajah pucat perut keroncongan
Bibir kering tanpa olesan warna
Senyum tipismu buat tersipu
Kupeluk erat angin
Menggerayangi tubuh
Dalam rasa ketakutan
Menggigil berbasah basah
Disenyapnya pantai
Yang kita singgahi
Batukmu mengisyaratkan
Pikiran nakal

Diam kita saling tatap
Pada wajah gelisah
Menunggu rindu tersapu hujan
Diantara gang gang
Sungailiat asrama Pemali
Tergenang air hujan
Yang tak surut
Genangi perjalanan kita
Pada kisah asmara
Yang terlanjur basah

Baca Juga  Pantun Selamat Berpuasa (Bagian I)