Masyarakat Bangka Barat Wajib Tahu, Ini 5 Sasaran Utama Operasi Zebra 2025
“Kita juga menyoroti maraknya para pengendara usia dini yang masih ditemukan di wilayah kita. Anak-anak usia dini belum siap secara mental maupun kemampuan berkendara. Jadi kami lakukan edukasi langsung ke sekolah-sekolah,” ungkap Aditya.
“Kepada para orang tua agar tidak memberikan kendaraan kepada anak di bawah umur. Operasi tak hanya berorientasi di penindakan, tetapi juga pada pencegahan secara menyeluruh. Langkah preemtif dilakukan melalui edukasi kepada pelajar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, begitu pula anak usia dini untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini. Sementara langkah preventif dengan peningkatan patroli di titik rawan kecelakaan, rawan pelanggaran. Juga pengaturan lalu lintas di lokasi yang kerap mengalami kepadatan.
“Pada tingkat represif, kami akan coba melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang dapat menyebabkan kecelakaan fatal. Kami tidak akan kompromi terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas, seperti melawan arus,” bebernya.
Kemudian sepeda motor tanpa kelengkapan standar, atau pengendara yang tidak memiliki kemampuan berkendara yang layak. Ia menuturkan seluruh rangkaian operasi zebra tahun 2025 bertujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari risiko kecelakaan.
“Keselamatan masyarakat itu prioritas kami. Dengan edukasi, patroli, sinergi lintas instansi, penindakan terukur, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan secara signifikan. Kita akan memaksimalkan pengawasan selama operasi,” ujarnya.
