Pentingnya Praising Effort dalam Proses Pembelajaran
1. Pahami dan Implementasikan Apresiasi dan Pujian Proses (Praising Effort)
Pendidik yang profesional harus memahami dan mengimplementasikan pemberian apresiasi dan pujian yang sifatnya proses. Salah satu contohnya adalah: Kamu mampu memilih kata-kata yang sangat indah dalam setiap karya puisimu. Dengan demikian, peserta didik yang mendapatkan apresiasi dan pujian dalam proses dalam memilih kata-kata yang indah dalam setiap karya puisinya akan termotivasi dan senantiasa berusaha meningkatan kompetensinya secara optimal
2. Hindari Pemberian Pujian Personal atau Pribadi (Ability)
Pendidik yang profesional hendaknya dapat menghindari pemberian apresiasi dan pujian yang sifatnya personal atau pribadi. Contohnya adalah: Kamu sangat pintar sekali. Apresiasi dan pujian pribadi tersebut justru hanya akan melemahkan motivasi dan rasa optimisme peserta didik. Peserta didik tersebut akan mengabaikan proses-proses penting dalam setiap pembelajaran dan menghendaki hal-hal yang instan
3. Pahami dan Implementasikan Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset)
Pola pikir bertumbuh (Growth Mindset) harus senantiasa ditanamkan dalam jiwa peserta didik oleh pendidik. Salah satu upayanya ialah dengan memberikan apresiasi dan pujian yang sifatnya proses (praising effort)
4. Hindari Potensi Pola Pikir Tetap (Fixed Mindset)
Pola pikir tetap (fixed mindset) hanya akan melemahkan optimisme dan motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, pendidik hendaknya senantiasa menghindari pemberian apresiasi dan pujian yang sifatnya personal atau pribadi
5. Tanamkan Sikap Saling Menghargai
Sikap saling menghargai yang dilakukan dalam sebuah proses pembelajaran akan meningkatkan motivasi belajar dan optimisme peserta didik. Hal-hal sederhana dan kecil akan senantiasa dihargai. Sehingga proses pembelajaran akan berjalan secara optimal
