HMI Babel Kecam Pemerintah karena Gagal Antisipasi Risiko Distribusi BBM

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras terhadap berlanjutannya kelangkaan BBM di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkal Pinang.

Situasi ini bukan hanya kesalahan teknis distribusi dan menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan dugaan kuat adanya celah yang di manfaatkan oleh elit dalam rantai distribusi untuk kepentingan pribadi.

Ketua HMI Cabang Bangka Belitung, Vahren menilai bahwa fenomena kelangkaan yang hanya terjadi di dua wilayah tersebut merupakan anomali dan harus dipertanyakan secara serius.

Menurutnya bahwa kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) ini menjadi fenomena yang menimbulkan banyak pertanyaan, apakah memang karena faktor cuaca, penyimpangan distribusi atau justru ada penyelundupan selama ini. Karena HMI Babel berpandangan bahwa semua ini adalah momentum bagi elit yang mempunyai peran dalam proses pendistribusian maka kami melihat semua ini adalah anomali.

Baca Juga  PW PII Babel Kritik Kelangkaan BBM, Kinerja Pertamina Dipertanyakan

HMI Cabang Bangka Belitung menilai bahwa pemerintah hari ini gagal dalam mengantisipasi risiko distribusi BBM, “Kami menilai bahwa seharusnya permerintah mampu melihat terkait dengan kondisi stok maupun cuaca buruk, karena hal ini bukan untuk yang pertama kalinya terjadi di Bangka Belitung dan hal ini menjadi pertanyaan kenapa dampaknya sampai dengan seperti ini? Kenapa terjadi di beberapa titik di kab/kota? Sehingga kami melihat pemerintah hari ini gagal untuk mengantisipati dan tanpa solusi.”