HMI Babel Kecam Pemerintah karena Gagal Antisipasi Risiko Distribusi BBM
HMI menegaskan bahwa pemerintah harus mengambil tindakan tegas untuk masyarakat hari ini, karena antrean panjang yang terjadi hari ini itu karena tingginya harga di eceran, “Hasil advokasi kami di lapangan kenapa mereka lebih memilih antre panjang di pom itu karena harga di eceran itu 15-18 ribu per liter dan itu menjadi keluhan utama di tengah krisis ekonomi hari ini.
“Pemerintah harus segera memberikan solusi untuk masyarakat karena jika tidak hal ini akan terus menjadi pemicu panic buying di masyarakat, kami meminta bahwa pemerintah harus menjawab keadaan ini dengan data yang valid tidak cukup hanya dengan vidio telpon tanpa solusi.”
HMI juga menyoroti aparat penegak hukum untuk turun langsung dan seharusnya melakukan penyelidikan proaktif terhadap praktik penimbunan. “Kami juga meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan proaktif apakah memang benar kelangkaan ini terjadi karena faktor cuaca atau adanya penyeludupan ilegal yang mengakibatkan kelangkaan ini dan hal ini harus di jawab dengan data.
Jika memang terbukti adanya penyeludupan, maka jalur hukum wajib di tegakkan.
HMI akan terus mengawal hal ini karna ini bukan hanya sekedar tentang faktor cuaca, kekurangan stok dan antrian panjang tapi kelangkaan ini terjadi karna adanya indikasi permainan yang di manfaatkan oleh elit.
Pemerintah harus segera memberikan jawaban karena subsidi BBM itu sudah menjadi amanat negara untuk melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas sosial-ekonomi. Ketika sistem subsidi ini disalahgunakan baik oleh oknum maupun karena kelalaian pemerintah maka itu bukan hanya tentang kerugian ekonomi tetapi bentuk nyata pengkhianatan terhadap keadilan sosial.
