Begini Langkah PT Timah dalam Mengembangkan Potensi LTJ
Dia mengatakan, selama satu dekade lebih, PT Timah Tbk sudah mendirikan semacam pilot plan untuk melakukan pengembangan-pengembangan REE atau LTJ. Kemudian selama beberapa tahun sudah melakukan beberapa proses uji coba pengembangan LTJ.
Hanya dalam hal ini, harapan dari spek yang diinginkan dari end product (produk akhir) REE ini masih belum tercapai dari sisi spek. Yang diharapkan dalam pemisahan fosfat end product dari monasit itu akan terpisah secara proses kimiawi yaitu uranium dan torium.
“Harus diketahui, bahwa torium inilah yang dikenal nantinya sebagai harta karun. Harta karun yang tersimpan yang belum terdevelop (kembangkan) secara optimal di Indonesia maupun di berbagai negara. Nah, konteks ini yang coba kami generate,” ujarnya.
“Yang kami optimalisasi itu untuk bisa dilakukan agar proses-proses yang dilakukan terkait pengembangan REE itu dapat dilanjutkan di PT Timah. Dan selanjutnya ini kami berkolaborasi dengan pihak lain. Jadi pada saat saya mengemban amanah sebagai Direktur Pengembangan Usaha di PT Timah, saya melihat potensi ini,” katanya.
Lebih lanjut, dirinya lalu melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak khususnya di lembaga pendidikan dan juga regulator atau pemerintah. Dalam hal ini, dia mencoba mengaplikasikan konsep triple helix model kolaborasi strategis yang melibatkan tiga pihak utama.
“Pertama itu universitas (akademisi), pemerintah, dan industri. Tujuannya itu kita coba lakukan penerapan ataupun langkah-langkah untuk mengembangkan. Bukan lagi uji coba tapi bagaimana ini menjadi piloting project untuk pengembangan REE khususnya di PT Timah,” jelasnya.
