JAKARTA, TIMELINES.ID — PT Timah Tbk telah melihat peluang bisnis pada Rare Earth Elements atau Logam Tanah Jarang (LTJ). Pasalnya, unsur yang terkandung dari tailing Sisa Hasil Produksi (SHP) penambangan biji timah tersebut memiliki potensi tinggi.

Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk, Suhendra Yusuf Ratu Prawiranegara menyebut, perusahaan saat ini memang telah melakukan core mining kompetensi pada mining timah. Sebab, di sana ada mineral ikutan dan salah satunya itu monasit.

“Ya, PT Timah sebenarnya melakukan core mining kompetensinya di mining timah ya, tins. Sebenernya di situ ada mineral ikutan, mineral ikutan itu dan salah satunya adalah monasit,” ujarnya saat hadir di Program Closing Bell CNBC Indonesia, pekan lalu.

Baca Juga  Dituding Dalangi Demo di PT Timah, Gubernur Bangka Belitung Laporkan Batara ke Polda

Ia menyebut, ketika berbicara tentang monasit, hal ini akan menjawab akan potensi terhadap LTJ. Dari LTJ yang ada, terdapat beberapa unsur. Tentu unsur ini sangat diperlukan di dalam industri, baik pertahanan, elektronik dan pada industri otomotif.

“Khususnya di industri mobil listrik ya kalau di otomotif. Nah kami dalam hal ini mungkin sudah sekian tahun itu melihat potensi di kompetensi mining kami saja di timah. Sementara justru sektor LTJ ini sedang hot dan sedang mendunia,” ungkap Suhendra Yusuf.

“Yang mana alhamdulillah kita, Negara Indonesia itu bisa dikatakan negara yang memiliki sumber atau source LTJ terbesar kemungkinan antara kedua atau ketiga di dunia. Sebenarnya PT Timah sudah melakukan upaya-upaya di tahun 2010 atau 2011 lalu,” ujarnya.

Baca Juga  Aktivitas Tambang Ponton Selam di Laut Sawah Diklaim Legal, Tapi Lalai Terapkan K3