Kibarkan Satu Bendera
Perjuangan telah usai dalam mewujudkan sebuah mimpi. Lantas apa yang harus dicermati sebagai sebuah sikap tindak dan langkah dalam mewujudkan kesejahteraan di daerah yang sejak abad kerajaan Majaparit, Sriwijaya, Kesultanan Banten dan Kesultanan Palembang yang telah mengeksploitasi kekayaan isi perut bumi dua pulau yaitu Bangka dan Belitung.
Kibarkan Satu Bendera
Ribuan bahkan bisa jadi jutaan ton timah telah tereksploitasi dari lapisan demi lapisan perut bumi pulau ini dalam hitungan waktu yang tidaklah singkat. Lantas…., pertanyaannya apakah kesejahteraan masyarakat di daerah ini sudah seignifikan dengan sumber daya alam yang telah di eksploitasi tersebut. Jawabannya tentu kita semua sepakat dengan satu jawaban.
Logam timah yang masih tersembunyi dan tersisa yang dengan hitungan matematis dari durasi waktu yang begitu panjang dieksploitasi hanya menyisahkan cadangan yang semakin menipis.
OLeh karena itu momentum peringatan hari jadi ke 25 Provinsi ini bukanlah kita berkoar – koar menyuarakan siapa-siapa yang telah berjuang. Catatan sejarah perjuangan itu telah menghiasi lembaran sejarah daerah ini. Tentunya dengan mudah untuk didapat di Web Site. Generasi muda saat ini begitu mudahdan piawai untuk mengakses dan mempelajari sejarah tersebut.
Tetapi yang lebih dipertajamkan lagi adalah apakah rentang waktu 25 tahun tersebut telah cukup memberikan kemajuan dan kesejahteraan dengan segala bentuk dinamika yang terjadi. Terutama kontribusi pendapatan dari sektor pertambangan ini bagi kesejahteraan masyarakatnya.
Tegakkan dan kibarlah satu bendera, yaitu Merah Putih bukan bendera warna lain yang beraneka macam warna. Satukan tekad dan semangat. Komunikasi yang baik antara gubernur dan kepala daerah di 7 Kabupaten Kota. Koordinatif kolaboratif, harmonis dan sinergitas yang tinggi adalah sebuah keniscayaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan ini. Terima kasih dan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada para pejuang pembentukan provinsi ini, terima kasih dan dan salam takzim atas doa segenap masyarakatnya.
Ingat semboyan Serumpun Sebalai yang melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakatnya, para pemimpinnya yang memiliki tujuan yang sama dan mulia untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan serta menjunjung tinggi nilai – nilai kekeluargaan, musyawarah, mufakat dan gotong royong. Bak ibarat sapu lidi, yang terjalin dari satu demi satu lidi sehingga menjadi kuat dan lentur tak mudah dipatahkan tetapi bisa membersihkan kotoran dan menjadi indah.
