Fenomena “Jamkos” pada Satuan Pendidikan

Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,Gr — Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Bangka Selatan

Fenomena “Jamkos” atau jam kosong sering dielu-elukan oleh generasi Z dan Alpha masa kini. Padahal, fenomena jam kosong tersebut merupakan salah satu fenomena negatif yang dapat mengancam kemunduran dunia pendidikan di Indonesia. Fenomena jam kosong merupakan fenomena yang terjadi ketika kelas tidak ada aktivitas pembelajaran sama sekali dan tidak ada sosok guru dan tugas yang diberikan.

Sehingga beberapa oknum murid memanfaatkan kekosongan jam pembelajaran tersebut dengan bermain-main di dalam kelas. Meski dirindukan oleh sebagian oknum murid, fenomena jam kosong ini perlu di evaluasi oleh Kepala Satuan Pendidikan dan stakeholder pendidikan, agar ke depan proses pembelajaran dapat berjalan denhan optimal demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkarakter.

Baca Juga  Rajab dan Persiapan Ruhani Menuju Ramadan

Beberapa dampak negatif dari fenomena Jamkos antara lain adalah menimbulkan keributan dan kebisingan, mengganggu proses pembelajaran di kelas lain, berpotensi terjadinya perundungan atau pembulian, menurunnya prestasi dan kompetensi murid, hilangnya kepercayaan wali murid dan stakeholder pendidikan, berpotensi menumbuhkan lingkungan kerja yang tidak nyaman, hilangnya keprofesionalan guru dan lain sebagainya.

Adapun faktor penyebab terjadinya fenomena Jamkos antara lain adalah guru tidak hadir mengajar dan tidak memberikan penugasan, guru sibuk mengerjakan administrasi, kurangnya kepekaan rekan sejawat dan Kepala Satuan Pendidikan dan lain sebagainya.

Menurut hemat penulis, profesi sebagai seorang guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Dalam perspektif Islam, guru merupakan penerus risalah para Nabi dan penyampai kebenaran serta penjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dengan moral dan spiritual para murid.

Baca Juga  80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia: Antara Realita dan Harapan

Sosok guru juga berkewajiban memberikan sebuah keteladanan baik bagi murid, warga satuan pendidikan maupun lingkungan sosial masyarakat. Dengan demikian, profesi guru harus dilaksanakan dengan penuh amanah dan tanggung jawab. Fenomena Jamkos hendaknya dapat diantisipasi oleh guru dengan beberapa upaya berikut:

1. Mengoptimalkan Karakter Tanggung Jawab