Pemkab Basel Pastikan Terasi dari Perajin Toboali Aman: Produk Luar Basel Diduga Mengandung Zat Pewarna

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan langsun turun ke lapangan menindaklanjuti temuan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait dugaan kandungan pewarna tekstil pada produk terasi yang beredar di pasaran.

Tim DKUKMINDAG Basel langsung menyisir dan melakukan inspeksi peredaran terasi di Pasar Toboali untuk melindungi citra produk khas Kabupaten Bangka Selatan.

Dari hasil sidak, Pemkab Basel memastikan produk terasi yang beredar tetap aman dan tidak membahayakan konsumen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Deka Indra bilang pihaknya turun langsung ke Pasar Terminal Toboali untuk melakukan pengecekan terasi yang dijual para pedagang.

Baca Juga  Ajudan Bupati Basel Resmi Tersangka Kasus Pengeroyokan dr Fauzan

“Kami juga sudah melakukan pengecekan terhadap pedagang yang menjual terasi di Pasar Toboali,” kata dia, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya dalam pemeriksaan itu petugas turut mengambil sejumlah sampel terasi untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.

Sampel itu saat ini telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bangka Selatan guna dilakukan pemeriksaan.

Saat ini DKUKMINDAG masih menunggu hasil sampel yang dilakukan pengujian. Ia menegaskan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dan pengawasan rutin di lapangan menunjukkan bahwa terasi asli buatan pengrajin tradisional Toboali dipastikan aman.

Terasi hasil olahan pengrajin lokal dijamin tidak mengandung bahan berbahaya seperti rhodamin B atau zat pewarna tekstil.