Pada Suatu Malam, Bersama Penulis Muda Junjung Behaoh

Oleh: Iyek Aghnia

Cahaya rembulan mulai meninggi. Menaiki kaki langit. Sinar indahnya menerangi Kota Toboali.

Tiba-tiba terdengar suara dari handphone. Ada pesan masuk. Tertulis nama Rudiyanto.

“Assalamualaikum Bang. Kami ada di Toboali.” Demikian tulis Rudiyanto Penulis dari Payung Kamis (27/11) malam.

Singkat kata, kami berjanji untuk bertemu di sebuah warung kopi di kawasan Sudirman Toboali.

Suasana warkop cukup ramai saat penulis datang. Rudi telah datang duluan. Tepat waktu. Secangkir kopi telah datang.

Aromanya semerbak laksana dunia literasi Bangka Selatan yang dipenuhi buku-buku baru karya penulis dari Negeri Junjung Behaoh.

Tidak lama berselang, hadir penulis buku “Lawang Ula” Rapi Pradipta.

Baca Juga  Tuan, Kritik Itu Nutrisi

Sejurus berikutnya datang, Erik Juliawan, penulis muda Toboali.