Pada Suatu Malam, Bersama Penulis Muda Junjung Behaoh
Dan pembaca bisa menafsirkan, tema pembicaraan kami kamis malam itu. Tentunya tidak jauh dari literasi.
Fokus pembicaraan kami adalah soal buku. Tidak lebih dan tidak kurang.
Rencana Rudiyanto yang akan menyelesaikan seratus artikelnya dalam bulan Desember ini.
Tentang buku “Lawang Uma” yang akan dipesan lagi oleh Rapi. Dan tentunya rencana Erik yang akan menerbitkan kumpulan opininya di tengah kesibukannya bekerja.
Optimisme yang dihadirkan para penulis muda Bangka Selatan memberikan harapan yang luarbiasa bagi perkemajuan dunia literasi di daerah ini.
Di tangan para penulis muda harapan itu terhampar luas. Lewat karya penulis negeri ini, kita bisa berkompetisi dengan daerah lain tentang dunia literasi.
Kita bisa mensejajarkan diri dengan mereka. Kita memiliki daya saing. Buku yang dilahirkan penulis daerah ini cukup banyak. Mulai karya guru TK hingga masyarakat luas, para pegiat literasi.
Dan kalau soal literasi dan kebermajuannya, kita boleh bangga bahkan taipau.
Ngomong-ngomong, ada pembaca yang tahu arti kata taipau?
