“Nyerupe ini adalah bahasa Toboali. Saya sekaligus mengajak pembaca untuk tetap mempertahankan budaya lokal di Bumi Junjung Besaoh yang kita tahu, Bangka Selatan merupakan satu-satunya kabupaten yang menerima penghargaan nasional sebagai kabupaten pelestari bahasa daerah,” jelas Yoelchaidir, Sabtu (29/11/2025).

“Saya harap melalui tulisan di buku ini dapat mengajak masyarakat Basel khususnya untuk terus melestarikan kearifan lokal, memajukan bahasa Melayu agar bahasa daerah tetap terjaga kelestariannya,” tambah Yoel.

Sementara itu, Pamong Budaya Bangka Selatan, Dwikky Ogi Dhaswara mengungkapkan buku ini ibarat perahu yang mengarungi waktu menuju masa silam.

“Di dalam buku ini terdapat kearifan lama, ajaran moral yang halus serta gambara kosmologi leluhur yang penuh makna,” ujar Ogi.

Baca Juga  Silat Gaib Penguasa Hutan Lalang Tunu

Menurutnya, buku Nyerupe ini bukan sekadar kumpulan cerita usang, tetapi cerminan jiwa melayu yang luhur dan mengenalkan arti sebenarnya “Hidup bersendi adat, adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah.”