Aniaya Nenek 63 Tahun, Ibu Rumah Tangga di Desa Pergam Diciduk
Aniaya Nenek 63 Tahun, Ibu Rumah Tangga di Desa Pergam Diciduk
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal RT 005, Desa Pergam, Kecamatan Airgegas terpaksa harus merayakan malam pergantian tahun 2026 di balik jeruji besi. Pasalnya, ia kini ditetapkan tersangka oleh aparat kepolisian.
Pasalnya, wanita bernama Hamidah alias Idot (35) itu diduga terlibat tindak pidana penganiayaan. Yang mana, akibat penganiayaan itu, korban atas nama Tarmini yang sudah berusia 63 tahun tersebut mengalami luka-luka di area leher, pipi dan mata sebelah kiri.
Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan. Sebagaimana yang termaktub di dalam Pasal 315 Ayat (1) KUHPidana. Demikian disampaikan Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto melalui Kasatreskrim Polres Bangka Selatan, AKP Raja Taufik Ikrar Buntani.
Raja mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (16/11/2025) sekira pukul 08.00 Wib. Lokasi kejadian di kebun kelapa sawit milik Binur di Danau Ari, Desa Pergam, Kecamatan Airgegas, Bangka Selatan.
“Awal mula kejadian ini ketika korban bersama anaknya, Asiah, berada di kebun yang berlokasi di Air Mudung, Desa pergam. Kebetulan, di samping kebun korban ada kebun milik Jahari. Saat itu korban sedang beristirahat di pondok kebun,” ujarnya pada Jumat (5/12/2025) malam.
Ia mengatakan, di tengah istirahatnya, korban mendengar suara keras dari arah jalan. Tidak lama berselang, anak korban muncul di hadapannya setelah sebelumnya mengambil air di aliran sungai kebun. Korban lalu bertanya ada apa gerangan terhadap anaknya.
Aisah bilang bahwa dia ada bertemu dengan Jahri dan memarahinya. Dalam amarahnya, Jahri juga sempat mengatakan bahwa kebun yang mereka tempati ialah kebun miliknya. Sekira pukul 07.50 Wib, mereka pergi ke kebun seorang bernama Binur.
Lokasinya di Danau Ari yang terletak di Desa Pergam dengan jarak 1 Km lebih kurang. Mereka menggunakan motor untuk menghindari Jahri. Sekira pukul 08.00 Wib, keduanya tiba di pondok kebun Binur. Mereka menceritakan apa yang dialami sebelumnya.
