Menurut Ricky, Fira Mustika ini mencoba mengaitkan persoalan ini dengan Hidayat Arsani meski sebenarnya dirinya sadar ini hanya persoalan antara kedua belah pihak. Beberapa tahun lalu juga Fira Mustika sudah pernah membuat laporan atas tuduhan yang sama.

“Dia sebenarnya sadar karena dulu kita sudah membuat kesepakatan. Dia mengakui Rp4 miliar lebih yang dilaporkan ke polda itu ada kesalahan tagihan ke saya karena ada bon orang lain yang dimasukkan. Ia juga mengakui barang-barang saya hilang dan itu ada nilainya. Berdasarkan itu harusnya tidak ada persoalan lagi,” ujarnya.

Oleh karena itu Ricky menegaskan bahwa Fira Mustika harus siap bertanggung jawab karena sudah menyeret Gubernur Babel Hidayat Arsani dalam persoalan ini dan dirinya siap membawa semua berkas bukti yang ada ke Polda Babel.

Baca Juga  Gubernur Hidayat Arsani Tegaskan Penghentian Operasional Jembatan Emas hanya Sementara

“Persoalan ini audah lama sekali tahun 2020 lalu. Saya tegaskan ini tidak ada kaitan dengan Pak Hidayat Arsani karena murni antara saya dan dia. Saya pemborong apartement Pak Hidayat, antara kita hanya ada perjanjian borong. Sedangkan saya dan dia, antara kontraktor dengan supplier,” terang Ricky.

Ricky menambahkan, selain Pak Hidayat Arsani yang disebutkan dalam laporan dugaan penipuan utang itu ada juga nama Rio selaku salah satu pekerjanya dan Asiong orang yang tidak ia kenal sama sekali ini tidak ada keterkaitan dalam persoalan ini.

“Rio hanya pegawai saya, Asiong tidak ada hubungan dengan saya dan Pak Hidayat Arsani. Saya khawatir pengacara Ibu Fira tidak mengerti hukum, nanti malah menjerumuskan dia ke persoalan lain,” tutup Ricky.*

Baca Juga  Koordinator KRUBMD Minta Maaf ke Gubernur Babel: akan Cabut Laporan