Orang Tua Korban Penganiayaan Kasatpol PP Bangka Tegaskan Tidak akan Berdamai

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID – Orang tua korban penganiayaan Kasatpol PP Bangka, Dede Adam menegaskan dirinya tidak ada berdamai dalam kasus ini.

Bahkan Dede Adam berharap Kasatpol PP Bangka, Indrata Yusaka selain akan diproses hukum, juga mendapat sanksi tegas dari Pemkab Bangka.

“Saya tegaskan sekali lagi, bahwa kita tidak ada berdamai dengan Indrata Yusaka, kita harap Bupati Bangka bersikap tegas memberikan sanksi,” kata Dede kepada wartawan, Jumat (19/12/2025) malam.

Sebenarnya, kata Dede Adam, dirinya sempat menghubungi Indrata Yusaka untuk menanyakan kasus ini secara persuasive.

Hanya saja, dalam hubungan telepon, Dede Adam merasa Indra terkesan arogan dengan mengucapkan persoalan ini tidak ada kaitannya dengan orang tua Daifu sebagai anak kandungnya.

Baca Juga  Geger, Remaja Desa Ranggung Ditebas Pakai Celurit, Polsek Payung Amankan 2 Pelaku

“Sikap Indrata Yusaka ini semakin membuat saya menegaskan tidak akan damai,” tegasnya.

Senada dikatakan Ketua Pembentukan Presidium Bangka Selatan, Marzam Nuraafandi berharap Pemkab Bangka segera memberikan sanksi tegas kepada Kasatpol PP Bangka.

“Kita minta Bupati Bangka segera memecat Kasatpol PP ini. Tidak layak orang ini menjabat posisi itu. Bukannya mengayomi malah sebaliknya menganiaya mahasiswa kita sendiri,” tegas Marzam.

Sebelumnya, Plt Kasatpol PP Bangka, Indra Yusaka dikabarkan melakukan penganiayaan terhadap Ketua Asrama Isba, Dhaifu di Kamar LD.12, Kamis (18/12/2025).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebut, peritiwa ini berawal saat Dhaifu dan kedua teman nya sedang mengobrol santai di dalam kamar

lalu sekitar pukul 18:40 Wib, anggota Satpol PP beratribut lengkap berjumlah 2 orang tiba-tiba masuk kamar tanpa permisi. Salah satu dari keduanya merupakan Plt Kasatpol PP Bangka, Indra Yusaka.

Baca Juga  Korban Penganiayaan di Rumah Lama Menkiong Ajukan Perlindungan ke LPSK Babel