SDIT Bina Insan Mulia Koba Perkuat Edukasi Anti Bullying, Libatkan Polisi dan PPA
Sosialisasi berlangsung menarik melalui metode diskusi interaktif serta contoh-contoh situasi yang dekat dengan keseharian siswa. Anak-anak tampak antusias menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait bullying dan kekerasan.
Beberapa siswa mengaku sering menyaksikan teman saling mengejek, termasuk mengolok nama orang tua hingga berujung perkelahian. Melalui kegiatan ini, mereka menjadi lebih memahami bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan, meskipun dianggap sebagai candaan, dan dapat ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
Pemateri juga memberikan edukasi tentang pentingnya komunikasi efektif antara orang tua, guru, dan anak dalam mencegah terjadinya kekerasan maupun perundungan.
Dalam pencegahan bullying, diperlukan kerja sama tiga pihak utama, yakni orang tua, guru, serta lingkungan sekolah dan masyarakat. Orang tua diharapkan menjadi teladan, mengajarkan empati, mendengarkan keluhan anak tanpa menghakimi, serta mengawasi penggunaan gawai dan media sosial.
Sementara itu, guru berperan menciptakan suasana kelas yang inklusif, mengawasi interaksi siswa, menindaklanjuti laporan, serta menjadi mediator yang adil saat terjadi konflik. Lingkungan sekolah dan masyarakat pun diharapkan membentuk budaya positif melalui kegiatan pembinaan karakter dan pemberian sanksi yang mendidik bagi pelaku bullying.
Dengan kolaborasi tersebut, SDIT Bina Insan Mulia diharapkan menjadi ruang belajar yang aman dan menyenangkan bagi seluruh siswa, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.
