Peran Ekologis Bunga Kenanga dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Keberlanjutan Lingkungan
Oleh: Miptahul Pauzan — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
Bunga kenanga (Cananga odorata) merupakan salah satu tanaman tropis yang memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selama ini, kenanga lebih dikenal sebagai bahan baku minyak atsiri untuk industri parfum, kosmetik, dan aromaterapi. Nilai ekonominya yang tinggi menjadikan tanaman ini banyak dibudidayakan secara komersial. Namun, di balik manfaat ekonominya, bunga kenanga sejatinya menyimpan peran ekologis yang sangat penting dan relevan dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati serta keberlanjutan lingkungan, khususnya di wilayah tropis.
Sebagai tanaman asli Asia Tenggara, kenanga tumbuh baik di hutan dataran rendah, pekarangan, maupun lahan pertanian campuran. Jenis bunga kenanga yang umum ditemukan di Indonesia termasuk juga di Bangka Belitung umumnya adalah satu spesies utama yaitu Cananga odorata forma macrophylla, Cananga odorata forma genuina (Ylang-ylang) Cananga odorata var. fruticosa (kenanga perdu) Dalam ekosistem alami, pohon kenanga berperan sebagai penyedia habitat dan sumber pakan bagi berbagai organisme, terutama serangga penyerbuk dan burung.
Aroma bunganya yang kuat berfungsi menarik serangga, sehingga membantu proses penyerbukan dan menjaga keseimbangan ekosistem tumbuhan di sekitarnya. Kehadiran kenanga dalam suatu lanskap juga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas organisme tanah, seperti mikroorganisme dan fauna kecil, yang memanfaatkan serasah daun dan bunga sebagai sumber bahan organik. Proses ini berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah dan keberlanjutan siklus hara.

Gambar 1(Bunga Kenanga)
Gambar 2 (Batang Kenanga)
Di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan akibat alih fungsi lahan, deforestasi, dan perubahan iklim, peran ekologis kenanga menjadi semakin relevan. Penanaman pohon kenanga terbukti dapat membantu mengurangi erosi tanah, meningkatkan cadangan air tanah, serta menurunkan suhu lingkungan melalui pembentukan tajuk yang rapat Selain itu, kenanga berkontribusi dalam penyerapan karbon dioksida dari atmosfer, sehingga berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Studi pengabdian masyarakat di Desa Ngasem, Kabupaten Malang, menunjukkan bahwa penanaman kenanga dapat menjadi strategi adaptasi perubahan iklim yang efektif, terutama di wilayah pedesaan yang bergantung pada sektor pertanian dan sumber daya alam.
Selain berperan dalam menjaga keanekaragaman hayati, bunga kenanga juga memiliki nilai penting dalam pengendalian karbondioksida (CO₂) gas metana (CH₄), gas dinitrogen oksida (N₂O), perfluorokarbon (CF₄, C₂F₆), hidrofluorokarbon (HFCs) dan sulfurheksfluorida (SF₆) di atmosfer kemampuan penyerapan CO₂ oleh pohon secara umum dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jumlah vegetasi, diameter pohon, berat jenis, dan luas RTH. tergantung faktor utama lainnya, yaitu spesies pohon, usia pohon, laju pertumbuhan, dan kondisi lingkungan seperti iklim dan ketersediaan air hasil pengukuran menunjukkan bahwa kemampuan serapan CO₂ pohon kenanga mencapai rata-rata 1,22 mg/m²/menit.pohon kenanga mampu menyerap CO₂ melalui proses fotosintesis dan menyimpannya dalam bentuk biomassa tanaman, seperti batang, cabang, daun, dan akar. Proses ini menjadikan kenanga sebagai bagian dari carbon sink alami yang berkontribusi dalam menurunkan konsentrasi gas rumah kaca di udara.
