Oleh: Iyek Aghnia

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Buku “Nyerupe” karya Penyair Habang Yul Haidir ini ibarat perahu yang mengarungi waktu. Membawa kita berlayar menuju masa silam. Di mana, di dalamnya, tersimpan kearifan lokal, ajaran moral yang halus dan gambaran kosmologi leluhur yang penuh makna.

Di mana setiap helai kisahnya, bagai tenunan benang emas di atas kain sutra. Mengisahkan asal usul, percintaan abadi langit dan bumi dan pertarungan abadi antara gelap dan terang.

Buku terbitan Galuh Patria Kota Gudeg ini berisikan 37 judul cerita yang berisikan kisah-kisah kearifan lokal dengan menggunakan bahasa daerah Habang, sebutan lain untuk Toboali sebagai judul cerita. Sebuah usaha untuk melestarikan bahasa daerah yang patut diacungi jempol. Diberikan apresiasi tinggi.

Baca Juga  Program Inovasi Bapak dan Bunda Asuh Pemkab Basel Dinilai Berhasil Tangani Stunting

Membaca buku “Nyerupe” mengingatkan kisah-kisah lawas, mitos-mitos yang berkembang di kalangan masyarakat daerah ini.

Poeloeng, Sase, hingga Ngitung Kasau adalah cerita yang sangat akrab dan berkembang di masyarakat.