Benteng Hijau Pesisir: Menyingkap Rahasia Ketapang Laut sebagai Penjaga Karbon dan Penawar Racun
Selain sebagai penyerap karbon, ketapang laut memberikan fungsi ekologis sebagai pengatur iklim mikro dan perlindungan fisik. Tajuknya yang rindang dan struktur batang yang kokoh berfungsi sebagai pemecah angin (windbreak) alami yang melindungi pemukiman warga dari kecepatan angin laut yang tinggi, sekaligus menurunkan suhu di sekitar pantai sehingga lebih seju. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih nyaman baik bagi aktivitas manusia maupun bagi stabilitas lahan di garis pantai.
Keberadaan ketapang laut juga menciptakan sebuah mikrosistem yang mendukung keanekaragaman hayati (biodiversitas). Bagi fauna darat seperti berbagai jenis burung pesisir, kelelawar, dan serangga penyerbuk, pohon ini menyediakan tempat bersarang dan sumber pakan yang stabil.
Sementara itu, guguran daunnya yang masuk ke perairan menjadi sumber nutrisi penting bagi fauna perairan seperti udang dan kepiting, serta memberikan perlindungan bagi flora bawah yang sensitif terhadap salinitas tinggi.
Di sisi kualitas lingkungan, peran ketapang laut didukung oleh kandungan senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, dan fenolik pada daunnya yang mampu berfungsi sebagai agen bioremediasi.
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun ketapang sangat efektif dalam menurunkan kandungan logam berat Tembaga (Cu) di perairan, yang sangat relevan dengan kondisi perairan Bangka Belitung yang terpapar aktivitas tambang. Selain itu, daunnya juga dimanfaatkan dalam budidaya ikan untuk mengendalikan bakteri patogen secara alami.
Sebagai penutup, ketapang laut (Terminalia catappa) memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Bangka Belitung. Pohon ini bukan sekadar peneduh, melainkan benteng abrasi, penyerap karbon yang andal, dan pendukung biodiversitas flora maupun fauna. Oleh karena itu, pelestarian dan pemanfaatan ketapang laut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat agar keberlanjutan lingkungan pesisir Bangka Belitung dapat terjaga untuk generasi mendatang.
