Ethno-VR dan Eco-Mix: Integrasi Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Pembelajaran Berkelanjutan
Sementara itu, Eco-Mix merupakan pendekatan yang memadukan aspek ekologi, teknologi, sosial, dan budaya dalam satu kesatuan pembelajaran. Melalui Eco-Mix, mahasiswa diajak melihat persoalan lingkungan secara holistik, tidak terpisah antara manusia, alam, dan budaya. Integrasi kedua konsep ini menjadikan pembelajaran lebih relevan dengan konteks lokal, sekaligus tetap selaras dengan tantangan global terkait keberlanjutan.
Media pembelajaran Ethno-VR berbasis Eco-Mix telah diuji coba pada mahasiswa di perguruan tinggi melalui pendekatan Research-Based Learning. Dalam proses ini, mahasiswa tidak hanya menggunakan media sebagai alat belajar, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan penelitian.
Mahasiswa diajak mengidentifikasi permasalahan lingkungan, menganalisis kondisi melalui simulasi VR, mengumpulkan data, serta merumuskan solusi berbasis keberlanjutan. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan keterlibatan belajar, pemahaman konsep lingkungan, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif mahasiswa. Selain itu, mahasiswa menunjukkan minat dan motivasi belajar yang lebih tinggi karena pembelajaran terasa dekat dengan realitas kehidupan dan budaya mereka sendiri.
Pembelajaran berkelanjutan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap dan kesadaran jangka panjang. Melalui Ethno-VR dan Eco-Mix, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami konsep keberlanjutan, tetapi juga memiliki kesadaran regeneratif, yaitu kemampuan untuk memperbaiki dan memulihkan lingkungan. Pembelajaran semacam ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dan beretika dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.
Integrasi teknologi dan kearifan lokal melalui Ethno-VR dan Eco-Mix menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan tidak harus meninggalkan identitas budaya. Sebaliknya, teknologi justru dapat menjadi sarana untuk memperkuat nilai lokal dan membangun kesadaran global. Ke depan, pengembangan dan penerapan model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi dalam menciptakan pembelajaran yang berkelanjutan, kontekstual, dan berorientasi pada masa depan yang lebih lestari.
