Dari kunjungan lapangan Jenderal Dudung ke Langkahan, Kabupaten Aceh Utara kemudian Kabupaten Pidie Jaya, bersama Pak Wagub menyaksikan sampai saat ini masih ada desa desa yang terisolir walaupun memang bantuan sudah sampai, namun sarana komunikasi yang sulit, bahkan Ada beberapa (daerah) yang sampai ketinggian 4 meter bahkan lebih, juga banyak desa yang tertutup hilang”.

Didampingi Bupati Aceh Utara, Komandan Kodim dan Kapolres Aceh Utara Jenderal Dudung menyampaikan kepada penduduk setempat yang ditemui “Alhamdullilah saya dengan pak bupati dengan ketua tim satgas wilayah kabupaten Aceh Utara sudah banyak beberapa langkah yang dilakukan dan tahap berikutnya nanti akan turun tim rekonstruksi yang dipimpin pak Tito Karnavian (Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Rehabilitasi dan Rekknstruksi,red)”, kata Jenderal Dudung.

Baca Juga  KPU Terima Data Laporan Awal Dana Kampanye 18 Parpol, Ini Rinciannya

Ditambahkan pula, “Bapak Presiden begitu konsentrasi terhadap masalah ini”. Dalam kunjungan kerjanya Jenderal Dudung bertemu dengan Jamaah salat Subuh di Masjid Raya Baiturrahman, mengajak jamaah subuh untuk terus bersyukur pada Allah yang Maha Kuasa “Kita patut bersyukur bahwa pagi ini kita memperoleh nikmat sholat subuh dan nikmat jamaah di Masjid Raya Banda Aceh, kita bersama berdoa semoga Allah yang Maha  berkehendak dan Maha memudahkan langkah kita untuk bersilaturahmi dan berikhtiar untuk kebaikan di jalan Allah”.

Dalam ceramahnya juga “mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadapi bencana dengan tetap Tawakkal kepada Allah Yang Maha Kuasa, tidak saling menyalahkan, kita lihat di media sosial saat ini, apa yang sudah dilakukan oleh seluruh masyarakat, bahkan pemerintah bagaimana penanganan bencana alam, tidak ada baik-baiknya. Padahal TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat bahu membahu bersama masyarakat untuk bangkit”.

Baca Juga  Program Mudik Gratis 2023, Kini Polri Ikut Andil

Jenderal Dudung dalam kesempatan bertemu para tokoh masyarakat, toloh Agama menjelaskan pentingnya menjaga Pertahanan Nasional kita sebagai Bangsa Indonesia. “Bangsa ini tidak boleh kendor semangatnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa”. “peran masyarakat sipil, pemerintah, tokoh masyarakat sangat penting, karena pertahanan nasional itu tidak cukup kalau hanya dijaga Tentara dan Polisi, dan kita semua sebagai Bangsa punya kewajiban ikut menjaganya”. Sekaligus “memuji kegigihan Rakyat Aceh dalam perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional saat ini”.