Simbiotik Pesisir: Urgensi Konservasi Lamun terhadap Populasi Dugong
Padang lamun umumnya tumbuh di perairan dangkal yang relatif tenang dengan dasar pasir, pasir berlumpur, lumpur, atau kerikil, yang selalu tergenang saat air surut. Anugerah (2015) menjelaskan bahwa selain memudahkan dugong untuk mencapai makanannya di dasar laut, parameter kedalaman laut juga memudahkan bayi dugong berenang untuk mengambil udara ke permukaan laut dan memudahkan berkembang biak.
Dalam pemodelan spasial hubungan antar variabel memegang peranan penting dalam pemodelan ini akan merepresentasikan pengaruh suatu variabel kepada model spasial, terutama dalam pemodelan habitat atau ancaman ekosistem (Hidayat dan Hanif, 2020). Dari penelitian ini, kontribusi variabel lingkungan tersebut memegang peranan penting dalam menentukan habitat dugong di perairan, yang dengan pemanfaatan teknologi gespatial ini dapat disajikan secara matematis atau visual bagaimana interaksi antara ruang dan variabel lingkungan merupakan kondisi lingkungan. kehidupan dugong di pulau bintan. Temuan dari penelitian ini, baik sebaran habitat maupun variabel yang mempengaruhi, dapat menjadi pertimbangan besar dalam pengambilan keputusan pengelolaan kawasan konservasi laut di Pulau Bintan.
Dugong dan padang lamun penting bagi masyarakat pesisir karena padang lamun menjadi tempat bagi siklus hidup berbagai macam spesies, Dugong menjadikan lamun sebagai sumber makanan utamanya. Pilihan pakan dugong terhadap jenis lamun tertentu bergantung pada ketersediaan spesies lamun di ekosistem tempat tinggalnya (Dewi dkk, 2018). Padang lamun menjadi tempat hidup dan memijah berbagai spesies laut, termasuk spesies perikanan seperti udang, kerang dan ikan (UNEP, 2017).
Padang lamun juga berfungsi dalam menjada kestabilan pantai dengan peningkatan kualitas air laut, serta mengurangi dampak dan laju perubahan iklim karena mampu menyerap karbon di laut (Nellemann et al., 2009). Oleh karena itu, keberadaan dugong tidak dapat dipisahkan dengan adanya keberadaan ekosistem lamun di suatu perairan. Informasi tentang kondisi padang lamun sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan ekosistem pesisir di Indonesia. Lamun adalah ekosistem vital yang mendukung keberlangsungan hidup beragam makhluk hidup (Oktavina dkk, 2020).
Pengetahuan mengenai lamun untuk responden di Serang lebih baik, hal ini ditunjukkan dengan besarnya proporsi jawaban bahwa lamun itu penting. Berbagai manfaat ekosistem lamun maupun keberadaan dugong di dalamnya menunjukkan bahwa ekosistem padang lamun sangat penting bagi kehidupan manusia, khususnya bagi masyarakat pesisir.
Dugong dan padang lamun penting bagi masyarakat pesisir karena padang lamun menjadi tempat bagi siklus hidup berbagai macam spesies, Dugong menjadikan lamun sebagai sumber makanan utamanya. Pilihan pakan dugong terhadap jenis lamun tertentu bergantung pada ketersediaan spesies lamun di ekosistem tempat tinggalnya (Dewi dkk, 2018). Padang lamun juga berfungsi dalam menjada kestabilan pantai dengan peningkatan kualitas air laut, serta mengurangi dampak dan laju perubahan iklim karena mampu menyerap karbon di laut (Nellemann et al., 2009).
Kesimpulan
Dugong dan padang lamun memiliki hubungan erat, di mana dugong memanfaatkan padang lamun sebagai habitat utama dan sumber makanannya. Padang lamun adalah ekosimtem vital yang mendukung keberlangsungan hidup sebagai makhluk hidup, terutama di ekosistem pesisir Indonesia. Habitat padang lamun memiliki pengaruh besar pada kehidupan dan aktivitas dugong, termasuk dalam hal distribusi, ekologi, dan nilai energi jenis lamun yang ada.
Pengetahuan masyarakat pesisir tentang pentingnya lamun cukup baik, dengan lamun diakui memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pantai, kualitas air, serta sebagai habitat berbagai spesies laut. Secara keseluruhan, keberadaan dan kelestarian padang lamun sangat penting untuk menjaga populasi dugong dan keseimbangan ekosistem pesisir secara umum.
