Perambahan hutan terjadi juga di daerah Temboan yang letaknya hampir berbatasan dengan CA Tangkoko-Batuangus. Beberapa penduduk memanfaatkan Kawasan tersebut sebagai tempat untuk menggembalakan ternak. Pergerakan monyet hitam sulawesi ini secara tidak langsung mempengaruhi pola penyebarannya. diburu secara diam-diam. Pada hari-hari yang dianggap istimewa oleh penduduk setempat, tidak jarang terlihat sajian daging monyet hitam sulawesi (monyet), di antara menu makanan yang tersedia. Pada dasarnya masyarakat tahu bahwa monyet hitam sulawesi adalah binatang yang dilindungi.

Mereka juga sependapat bahwa habitat satwa liar atau hutan adalah sesuatu yang perlu dijaga dan dilestarikan. Namun demikian, tuntutan kebutuhan hidup membuat penduduk terpaksa menjadikan hutan di sekitarnya sebagai tempat mencari makan dan bertani. Tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup menjadi salah satu akar permasalahan yang dialami oleh penduduk yang tinggal di sekitar hutan atau kawasan yang dilindungi.

Baca Juga  Melestarikan sang Endemik: Misi Penyelamatan Maleo

Sebagian besar penduduk di sekitar kawasan memiliki mata pencaharian sebagai petani. Tanaman yang paling banyak ditanam adalah jagung dan kelapa Hama yang mengganggu tanaman yaitu monyet hitam sulawesi. Jerat dan perangkap digunakan untuk menangkap monyet hitam sulawesi digunakan baik oleh petani maupun pemburu Ketika melakukan pengamatan habitat, ditemukan jerat dan perangkap monyet hitam sulawesi yang tidak digunakan lagi.

Menurut salah seorang penduduk setempat, monyet hitam sulawesi kemungkinan sudah mengetahui bahwa itu adalah perangkap atau jerat yang berbahaya bagi mereka. Hasil buruan yang diperoleh sebagian dijual dan sisanya dikonsumsi sebagai lauk. Satwa liar (termasuk monyet hitam sulawesi) masih saja diburu secara diam-diam.

Pada hari-hari yang dianggap istimewa oleh penduduk setempat, tidak jarang terlihat sajian daging monyet hitam sulawesi (monyet), di antara menu makanan yang tersedia. Pada dasarnya masyarakat tahu bahwa monyet hitam sulawesi adalah binatang yang dilindungi. Mereka juga sependapat bahwa habitat satwaliar atau hutan adalah sesuatu yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Baca Juga  Seperempat Abad Kepulauan Bangka Belitung: Antara Angka dan Arah Masa Depan

Namun demikian, tuntutan kebutuhan hidup membuat penduduk terpaksa menjadikan hutan di sekitarnya sebagai tempat mencari makan dan bertani. Tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup menjadi salah satu akar permasalahan yang dialami oleh penduduk yang tinggal di sekitar hutan atau kawasan yang dilindungi.

Monyet hitam sulawesi memanfaatkan semua bagian strata dalam melakukan aktivitas. Stratum A dan B (tinggi lebih dari 10 m) dengan persentase pemanfaatan 65,21%, adalah dua bagian stratum yang paling banyak digunakan dalam beraktivitas. Pemilihan lokasi pohon tidur terutama di daerah yang tersedia sumber pakan dan minum, dengan karakteristik pohon yang tinggi, besar dan mempunyai percabangan yang banyak.

Pohon yang membentuk suatu kanopi tertutup dengan tajuk yang bersentuhan lebih disukai. Pohon-pohon yang digunakan sebagai pohon tidur antara lain Ficus spp., Eugenia, Zyzygium, dan Cananga odorata, Macaranga celebica Koord., Talauma candoli dan Trema orientalis. Keadaan habitat di CA Gunung Duasudara saat ini secara umum semakin memburuk. Luas kawasan semakin mengecil akibat perambahan hutan.

Baca Juga  Buka Puase Nam

Sebagai respons terhadap perambahan hutan dan perburuan liar, monyet hitam sulawesi cenderung membentuk kelompok-kelompok dengan jumlah anggota yang kecil dan tingkah laku monyet hitam sulawesi pun menjadi semakin liar. Selain itu penyebarannya semakin jauh masuk ke dalam hutan. Pohon-pohon yang besar dan memiliki tajuk yang rapat pada habitat tersebut, digunakan oleh monyet hitam sulawesi untuk mencari makan, beristirahat atau berlindung terutama dari ancaman pemburu.