“Tujuan mereka ini untuk main futsal. Sesampainya di sana, korban duduk di salah satu sepeda motor yang tidak diketahui siapa pemiliknya sambil bermain ponsel. Tidak lama kemudian korban meletakkan ponsel miliknya di dalam dasbor motor itu,” katanya.

Lebih lanjut, setelah itu korban masuk ke dalam untuk memulai pertandingan futsal. Sekira pukul 22.00 Wib, korban selesai bermain futsal. Pada saat mau mengambil ponsel yang berada di dalam dasbor, sepeda motor tersebut sudah dibawa oleh pemiliknya.

Setelah itu korban bersama temannya langsung melakukan pencarian di sekitar lapangan. Akan tetapi tak juga ditemukan ponsel miliknya. Korban menemui pengurus lapangan untuk cek rekaman Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pengawas.

Baca Juga  Ketua KONI Babel Minta Cabor Lakukan Persiapan Maksimal Diajang Porwil XI Riau, Ini Alasannya?

“Pas dicek, monitor CCTV yang berada di tempat itu sedang rusak. Setelah itu korban langsung pulang ke rumah dan keesokan harinya korban datang lagi ke lapangan futsal. Berharap ponsel miliknya dikembalikan dan dititipkan kepada pengurus lapangan,” ujarnya.

“Akan tetapi tidak juga dikembalikan oleh orang tidak dikenal itu. Kejadian ini menjadi pengingat kita semua agar selalu berhati-hati kapan pun dan di mana pun. Jaga selalu barang milik kita agar kejadian serupa tak kembali terulang,” jelas AKP Singgih.