“Jika telepon biasa tidak masuk, bisa melalui WhatsApp atau langsung mendatangi lokasi. Setiap KWh meter memiliki titik koordinat yang jelas. Kami menilai jargon ‘Melayani Sepenuh Hati’ mulai menurun kualitasnya di wilayah Koba,” tegasnya.

Atas kejadian ini, Ronie telah berkoordinasi langsung dengan pihak PLN Bangka Belitung untuk memastikan kendala teknis serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan tumpukan keluhan di masyarakat.

Meski melayangkan kritik keras, ia tetap memberikan apresiasi atas kinerja PLN Bangka Belitung secara umum, terutama dalam program pemasangan KWh gratis bagi warga kurang mampu.

“Kami hanya berharap standar pelayanan prima tetap terjaga. Jangan sampai persoalan sederhana seperti ini mengecewakan masyarakat dan merusak citra instansi yang sudah baik,” pungkasnya.

Baca Juga  Tahun 2026, Kepala Bappeda Targetkan Bangka Tengah Jadi Kabupaten Terinovatif

Sementara, pihak PLN Koba hingga berita ini diturunkan masih dalam upaya konfirmasi.  (**)