BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID – Pelayanan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Koba menuai kritik dari masyarakat Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar. Keluhan ini dipicu oleh lambatnya penanganan permohonan pergeseran KWh meter warga yang tak kunjung terealisasi meski telah diajukan selama sepekan.

Kekecewaan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Perlang sekaligus Ketua DPC APDESI Bangka Tengah, Yani Basaroni. Ia menyebut salah satu warganya, Hengki, terpaksa meminta bantuan pemerintah desa karena koordinasi dengan pihak PLN Koba dianggap menemui jalan buntu.

“Warga kami ini masyarakat awam yang kurang memahami penggunaan aplikasi PLN Mobile. Karena itu, mereka menyampaikan permohonan secara lisan melalui pemerintah desa untuk diteruskan ke pihak terkait,” ujar Yani Basaroni yang akrab disapa Ronie Arabel, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga  Nelayan Dusun Serdang Bangka Selatan Hilang di Alur Sungai, Diduga Terjatuh dari Perahu

Persoalan ini bermula saat keluarga Hengki di Desa Kulur bermaksud mengembalikan posisi KWh meter ke titik semula setelah renovasi rumah selesai. Ronie mengaku telah menyerahkan data lengkap, termasuk dokumentasi foto dan nomor kontak pemilik rumah kepada pihak PLN Koba. Namun, hingga hampir satu minggu berlalu, belum ada petugas yang turun ke lapangan.

“Saya cukup kaget karena tidak ada konfirmasi balik mengenai kendala di lapangan. Padahal, selama ini sinergi antara pemerintah desa di Bangka Tengah dengan PLN berjalan sangat baik,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi ulang, Ronie menyebut pihak PLN beralasan petugas kesulitan menghubungi warga karena nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif saat dipanggil secara reguler. Dia pun menyayangkan alasan tersebut. Menurutnya, petugas seharusnya memiliki inisiatif lebih dalam memberikan pelayanan.

Baca Juga  Capaian UHC 99,57 Persen, Bangka Tengah Raih Penghargaan Nasional Kategori Madya