Kembali Hijau Setelah Bencana
“Ini musibah”
“ini teguran”
“Ini murka”
“Ini cobaan”
“Cobaan datang karena ada sebab”
Gergaji menebang tanpa basa basi
Melalui tangan-tangan tak bertanggung jawab
Tanpa menanyakan siapa yang menanam?
Tangan-tangan itu menebang karna perintah.
Perusahaan meraup keuntungan yang tak terhingga
Demi tabungan dimana-mana.
Kekuasaan memeras semuanya
Hijau tak tampak lagi.
Pemandangan yang dulu asri
Kini hanya cokelat tanpa daun
Bahkan tidak tersisa, hanya puing-puing yang berantakan
Gelap sunyi yang menyayat batin
Warga kehilangan semuanya, seperti anak, istri, ayah, dan harta tak terselamatkan
Hanya bisa menyaksikan
Terbawa arus air yang deras seketika
Apakah ini karena alam murka?
Mungkinkah hijau kembali seperti semula?
Kapan mulai menata ?
Apakah akan terulang lagi?
Dibalik bencana November 2025 di Sumatera
Menjadi saksi renungan bersama
Agar saling menjaga
Tangan-tangan warga yang tersisa
Kembali menata alam yang rusak
Lumpur -lumpur dan kayu yang berbaris rapi
Akan menjadi arsip terindah bahkan tersimpan di memori.
Hari berganti dengan tangan-tangan yang suci
kKini mulai kembali menata desanya dan menghijaukan hutannya
Walaupun hanya cangkul sebagai alat
Tangan kembali bergerak untuk pemulihan
Pohon kecil mulai tumbuh menunjukan batangnya
Luka telah berlalu, sebagai cerminan untuk ke depannya
Alam punya cara memperbaikinya lewat manusia
Merawat dengan kasih sayangnya yang tulus
Bagaikan orang tua merawat anaknya
Payung, 25 Januari 2026
Penulis tinggal di Kabupaten Bangka Selatan
