Perusahaan juga memperkuat sektor tambak rakyat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan benur bagi kelompok pembudidaya di wilayah Terentang dan Kurau.

Kontribusi udang vaname terhadap sektor perikanan daerah memang sangat dominan. Pada 2025, komoditas ini menyumbang 75,63 persen atau sekitar 1.974,96 ton dari total produksi perikanan budidaya di Bangka Tengah.

Guna mendukung keberlanjutan investasi, Algafry menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga iklim usaha yang kondusif. Ia menginstruksikan jajaran administrasi agar mempermudah proses perizinan bagi investor yang berkomitmen membangun daerah.

“Kami pastikan proses administrasi tidak akan dipersulit demi kemajuan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (**)

Baca Juga  Pemkab Siapkan Rp21,9 Miliar untuk THR 4.973 ASN Bangka Tengah