”Festival perang ketupat bukan sekadar perayaan adat, ini pondasi identitas kultural masyarakat Tempilang. Tradisi ini mengandung makna yang sangat dalam. Itu adalah simbol rasa syukur masyarakat dan ritual tolak bala,” ujar Markus saat memberikan sambutan.

Di samping itu, acara tersebut menjadi ruang silahturahmi yang menyatukan warga tanpa sekat. Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Kepemudaan Olahraga Babel, Widya Kemala Sari akan membentuk Balai Pelestarian Kebudayaan tahun 2026.

“Karena urusan pelestarian budaya di Babel selama ini masih berada di bawah BPK Jambi. Keberadaan BPK ini, diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah proses pelestarian, pencatatan, hingga pengembangan kebudayaan daerah,” ungkap Widya.

“Jadi semakin mudah dan lebih dekat dengan masyarakat. Saya berharap tradisi perang ketupat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tetap lestari. Sehingga festival ini nanti menjadi salah satu daya tarik wisata budaya daerah di Babar,” ungkapnya.

Baca Juga  Varel Farhezy dan Putri Ade Fatimah Terpilih Jadi Bujang Dayang Babar 2023

Turut hadir pada acara itu Forkopimda Babar dari mulai Bupati Markus, Wabup Yus Derahman dan Kapolres AKBP Pradana Aditya Nugraha. Kasdim 0431 Babar, Mayor Inf. Subkhan, Sekretaris Daerah Muhammad Soleh. Wakapolda Babel Brigjen Pol Murry Mirranda.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kepala OPD, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta tamu undangan lainnya. Tak terkecuali masyarakat dari berbagai daerah di Bangka Belitung.