Sesungguhnya, Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah
A. Di rumah
1. Berkomunikasi dengan sopan
2. Jujur
3. Beribadah tepat waktu
4. Membantu orang tua
5. Displin waktu
6. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
7. Membatasi waktu bermain
8. Membatasi waktu menggunakan gawai
9. Tidur dan bangun tepat waktu
10. Menjaga kebersihan lingkungan rumah termasuk tempat tidur dan belajar
B. Di sekolah
1. Datang tepat waktu
2. Tidak bolos
3. Memberikan informasi kepada guru piket atau guru wali apabila tidak bisa masuk sekolah
4. Memakai seragam sesuai aturan sekolah
5. Berpakaian rapi dan sopan
6. Menghormati guru dan pegawai
7. Mengerjakan tugas dengan serius yang diberikan guru
8. Tidak berkata kasar baik kepada guru, pegawai, dan sesama murid
9. Membawa buku pelajaran sesuai jadwal
10. Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan sungguh-sungguh
11. Menjaga fasilitas sekolah
12. Memanfaatkan pojok literasi dan perpustakaan sebagai pusat belajar saat ada waktu luang.
13. Membuang sampah pada tempatnya
14. Membudayakan antre saat ke kantin
Dengan adanya jadwal baik di rumah dan sekolah apabila selaras dilaksanakan, maka proses belajar akan terarah dengan tujuan nyata dan akan terciptanya lingkungan belajar yang nyaman di kelas kemudian murid akan paham dengan semua materi yang disampaikan oleh gurunya. Karena di rumah lebih banyak waktu dibandingkan di sekolah. Apalagi sekarang ada Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari jenjang Sekolah Dasar s.d. Menengah. TKA bukan hanya sekedar tes biasa, namun sebagai tolak ukur kemampuan bagi murid pada mata pelajaran tertentu khususnya kelas akhir.
Walaupun guru harus memahami murid dan karakter yang berbeda-beda apabila tanpa kolaborasi yang kuat dari orang tua, maka karakter dan kualitas belajar baik tidak akan tercapai. Kenapa demikian? Karena karakter sebagai penunjang pembelajaran baik di rumah maupun di sekolah untuk menciptakan murid yang berkualitas baik dibidang akademik maupun nonakademik.
Murid yang berkarakter akan lebih mendorong keperibadian yang baik, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, merasa tanggung jawab, membentuk generasi yang mandiri, dan mendorong prestasi sekolah saat ada lomba misalnya bidang OSN, FLS3N maka akan harum baik dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, bahkan Nasional.
Dengan demikian, di era digital ini, tantangan pendidikan semakin besar melalui media sosial. Apalagi sudah hadir gawai yang canggih dan semua bisa diakses. Namun demikian, gawai memiliki dampak positif dan negatif.
Oleh karena itu, pendidikan karakter bukan tugas sekolah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Jika di rumah mampu menanamkan nilai karakter yang baik terutama kejujuran dan disiplin dalam belajar maka di sekolah pun murid tersebut akan sama seperti yang dilaksanakan di rumah dan akan melahirkan murid yang kuat dalam membentuk karakter kemudian memiliki kualitas belajar yang baik. (**)
