Cahaya Obor Terangi Simpang Rimba, Santri dan Warga Sambut Ramadan 1447 H dengan Suka Cita
Ia juga menambahkan harapan agar ibadah puasa selama sebulan penuh nantinya dapat membentuk pribadi Muslim yang bertakwa.
Suasana pelepasan berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan gema takbir dan lantunan shalawat yang terus berkumandang.
Rute pawai juga melewati pemukiman warga non-muslim. Hal ini mencerminkan potret Desa Simpang Rimba sebagai “Miniatur Indonesia Kecil”, di mana toleransi dan rasa saling menghormati dijunjung tinggi.
Sepanjang perjalanan, warga berdiri di pinggir jalan memberikan dukungan moral kepada para peserta. Cahaya obor yang dibawa para santri seolah menjadi simbol cahaya iman yang menerangi desa.
Setibanya di garis finis di Masjid Al-Muhajirin, keceriaan terpancar jelas dari wajah para santri dan peserta.
Pawai Ta’aruf ini bukan sekadar berjalan keliling desa, melainkan sebuah perjalanan untuk meneguhkan persaudaraan dan menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dalam bingkai kebersamaan.
Penulis: Putri Simba
