BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID– Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2027 di Kecamatan Tukak Sadai, Selasa (18/2/2026).

Kegiatan ini merupakan Musrenbang tingkat kecamatan ketujuh dari delapan kecamatan yang dijadwalkan tahun ini, sekaligus memasuki tahapan akhir penyusunan rencana pembangunan daerah tahun 2027.

Forum perencanaan ini dilaksanakan secara tatap muka dan daring melalui Zoom Meeting guna memastikan partisipasi lintas pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan wilayah.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Bappelitbangda Bangka Selatan, Ari Sutanto, S.Si., M.T., didampingi Sekretaris Badan Siti Kautsariyah, S.T., M.T., Kepala Bidang Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Rian Ganesha, S.T., M.T.

Baca Juga  Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Kesbangpol Basel Maksimalkan Peran Kades dan Camat

Selain para kepala bidang, kegiatan ini juga diikuti perwakilan Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Andrian, S.A.P., serta perwakilan pegawai dari seluruh bidang di lingkungan Bappelitbangda, yakni Bidang Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah, Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Bidang Sosial dan Budaya, Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, serta Sekretariat yang turut terlibat dalam pembahasan usulan program.

Dalam arahannya, Ari Sutanto menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Bangka Selatan tahun 2027 difokuskan pada tema “Penguatan Pembangunan Green Economy dan Blue Economy.” Tema tersebut disusun untuk menjawab tantangan struktural perekonomian daerah yang masih bergantung pada sektor primer.

Ia menyampaikan bahwa sektor pertanian dan perikanan tetap menjadi kekuatan utama daerah, namun pengelolaannya ke depan harus lebih produktif, memiliki nilai tambah, serta berkelanjutan.

Baca Juga  Pemkab Basel Geser 3 Pejabat Eselon II ke Posisi Semula, Hefi Nuranda Kembali Jadi Kadis LH

“Pertanian dan perikanan tetap menjadi kekuatan kita. Namun, ke depan harus dikelola lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan,” ujar Ari.

Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan kondisi makro daerah, meliputi pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, serta proyeksi kemampuan keuangan daerah. Ari menilai transformasi ekonomi menjadi kebutuhan mendesak agar pertumbuhan lebih inklusif serta tidak rentan terhadap fluktuasi sektor tertentu.

Sebagai wilayah pesisir, Kecamatan Tukak Sadai dinilai memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi biru. Potensi perikanan tangkap, budidaya, serta peluang pengembangan wisata bahari menjadi modal utama pembangunan ekonomi wilayah. Namun demikian, pengelolaan potensi tersebut harus tetap memperhatikan kelestarian ekosistem laut.