Ia mengungkapkan, jumlah tersebut bahkan masih harus dipotong berbagai biaya lainnya, sehingga nominal yang diterima menjadi lebih kecil. Sedangkan, jam kerja kami yang dijalani sama, mulai pukul 07.30 Wib sampai 16.00 Wib.

“Tapi tetap ada perbedaan gaji, selisih untuk lulusan S1 saja bisa hampir Rp 700 ribu. Kami sama-sama pegawai pemerintah, jadi harapannya bisa adil, jangan dibedakan. Melihat gaji kami sekarang sangat memprihatinkan, apalagi saya sudah 19 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer,” ujarnya.

Sementara, Ketua PGRI Bangka Barat, Budi Wahana, mengatakan, pengajuan yang disampaikan para guru dan tenaga kependidikan pada prinsipnya menuntut kesetaraan gaji bulanan yang mereka terima.

“Ada informasi gaji yang diterima tidak sama dengan PPPK lain yang berada di dinas-dinas. Karena itu, mereka menuntut kesetaraan gaji, apalagi jam kerja mereka juga sama. Perbedaan gaji bahkan mencapai sekitar Rp 700 ribu,” katanya.

Baca Juga  Tiba Jam 7 Pagi, Mansah dan Keluarga Jadi Pemilih Pertama di TPS 02 Mancung

Melalui rapat bersama DPRD Bangka Barat, khususnya Komisi I, aspirasi ini telah difasilitasi dan disampaikan kepada pihak terkait.

“Hasil rapat, Komisi I sangat membantu menyampaikan aspirasi dan mempertanyakan kenapa terjadi ketidaksamaan ini. Tadi sudah dijelaskan dan kami memahami kondisi keuangan daerah, tetapi perjuangan untuk kesetaraan ini akan terus kami dorong,” katanya

“Harapannya bisa direalisasikan secepat mungkin, bukan hanya sebatas jawaban, tetapi benar-benar direalisasikan. Karena selisih gaji PPPK PW jenjang S1 Pemda Rp 2.685.000 dan GTK Rp 1.900.000 selisih Rp 785.000. Gaji jenjang D3 Rp 2.460.000 dan GTA Rp 1.600.000, selisih Rp 860.000. Lalu gaji setara SLTA Rp 2.185.000, GTA Rp 1.400.000 selisih Rp 785.000,” jelasnya.

Baca Juga  Badri Kembali Jabat Ketua DPRD Babar, Oktorazsari Bertahan dan Samsir Gantikan Miyuni