Rasa diperlakukan dengan tidak adil yang tidak diklarifikasi akan berkembang menjadi hasad. Seseorang yang sibuk menghitung nikmat orang lain akan lupa mensyukuri nikmat yang ia miliki. Dari sinilah kebencian pelan-pelan tumbuh.

Sementara itu, digambarkan bagaimana kondisi batin saudara-saudara Yusuf sebagai kegelisahan yang terpendam. Mereka tidak berdialog dengan ayah, tetapi membangun narasi sendiri. Ketika dialog berhenti, prasangka mulai mengambil alih.

Sayyid Qutb menyebut bahwa ketidakadilan yang paling berbahaya adalah yang hanya hidup di kepala, karena sulit dikoreksi. Berbeda jika rasa ketidakpuasan itu diungkapkan. Akan ada ruang diskusi, validasi dan koreksi atas kesalahfahaman yang dirasakan.

Karenanya, para pakar parenting menegaskan bahwa orang tua wajib menjaga keadilan, tidak hanya dalam materi, tetapi juga dalam perhatian dan ekspresi kasih sayang. Namun mereka juga mengingatkan bahwa keadilan tidak selalu berarti perlakuan yang sama.

Baca Juga  Belajar dari Kisah Nabi Yusuf (Bagian 26): Ayah yang Kembali Diuji

Anak yang berbeda usia, karakter, dan kebutuhan, memerlukan pendekatan yang berbeda. Ketika perbedaan ini tidak dijelaskan, anak mudah merasa dibandingkan dan disisihkan.

Sangat disarankan agar orang tua membuka ruang dialog sebelum perasaan itu mengeras. Anak perlu merasa didengar sebelum ia merasa diperlakukan adil.

Dalam keluarga modern, rasa tidak adil sering muncul secara halus. Perbandingan prestasi, perhatian yang timpang, atau cara bicara yang berbeda bisa memicu luka yang tidak terlihat.

Tulisan ini mengajak orang tua untuk peka. Bukan hanya adil menurut kita, tetapi juga adil yang terasa oleh anak. Karena perasaan yang dibiarkan tumbuh diam-diam bisa berubah menjadi konflik yang sulit dipulihkan. Selain itu, mengajak orang tua agar memperbanyak diskusi bersama anak-anaknya. Mengidentifikasi apa yang mereka rasa dan mencari solusi bersama bila memang ada ketidakadilan yang dirasakan.

Baca Juga  Belajar dari Kisah Nabi Yusuf (Bagian 22): Memulihkan Nama sebelum Memulai Fase Hidup Baru

Kisah Yusuf  ini mengajarkan bahwa luka keluarga sering bermula dari perasaan yang tidak pernah dibicarakan.