Memulihkan Nama sebelum Memulai Fase Hidup Baru (QS. Yusuf: 50-53)

Oleh: Muhammad Bachtiyar — Pengajar di Ponpes Qur’an CAHAYA, Toboali

Setelah penjelasan Yusuf tentang mimpi raja sampai ke istana, raja terkesan dengan kejelasan dan kebijaksanaan jawabannya. Ia melihat bahwa orang ini bukan sekadar penafsir mimpi. Ia adalah orang yang memahami masa depan dan mampu memberikan solusi.

Karena itu raja memerintahkan agar Yusuf segera dibawa keluar dari penjara.

“Dan raja berkata: ‘Bawalah dia kepadaku.’” (QS. Yusuf: 50)

Bagi banyak orang, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu. Setelah bertahun-tahun hidup dalam penjara, pintu akhirnya terbuka. Kesempatan untuk bebas sudah di depan mata.

Namun yang dilakukan Yusuf justru sangat mengejutkan.

Baca Juga  Menjaga Api Ramadan

Ia tidak langsung keluar.

Ketika utusan raja datang, Yusuf berkata:

“Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya tentang wanita-wanita yang melukai tangan mereka.” (QS. Yusuf: 50)

Yusuf ingin satu hal: kebenaran harus dibuka terlebih dahulu.

Ia tidak ingin keluar dari penjara dengan bayangan tuduhan lama masih melekat pada dirinya. Ia ingin dunia mengetahui bahwa ia tidak bersalah.

Ini menunjukkan sesuatu yang sangat penting. Yusuf tidak hanya menjaga iman di dalam dirinya, tetapi juga menjaga kehormatan dirinya di hadapan masyarakat.

Bagi sebagian orang, mungkin lebih mudah berkata, “Yang penting saya bebas.” Tetapi Yusuf melihat lebih jauh. Nama baik adalah amanah yang harus dijaga.

Baca Juga  Luka yang Tidak Pernah Hilang, tapi Tidak Mematikan Harapan (Bagian 30)

Raja kemudian menyelidiki kembali peristiwa lama itu. Para wanita yang dulu hadir dalam peristiwa tersebut dipanggil dan ditanya.

“Raja berkata: ‘Bagaimana keadaan kalian ketika kalian menggoda Yusuf?’” (QS. Yusuf: 51)

Jawaban mereka sangat jelas:

“Maha Suci Allah, kami tidak mengetahui sedikit pun keburukan darinya.” (QS. Yusuf: 51)